Tonton Video Langsung Tanpa Membaca Berita
Internasional

Video Viral Putin Ancam Israel Ternyata Manipulasi

POJOKNEGERI.com – Sebuah video yang menampilkan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali ramai beredar di media sosial. Video tersebut mengklaim bahwa Putin mengancam Israel dan menolak pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang Amerika Serikat gagas setelah pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Moskow.

Narasi tersebut menyebar luas di sejumlah platform seperti X dan Facebook. Dalam video berdurasi sekitar 52 detik itu, narator menyebut Putin bereaksi keras atas laporan Mahmoud Abbas terkait kekerasan di Jalur Gaza dan secara tegas menolak inisiatif perdamaian yang Washington prakarsai.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim dalam video tersebut tidak sesuai dengan fakta. Pembuat konten menggabungkan beberapa rekaman dari peristiwa yang berbeda dan menambahkan narasi yang menyesatkan.

Benar bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggelar pertemuan resmi di Moskow pada 22 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan konflik di Timur Tengah, situasi kemanusiaan di Gaza, serta hubungan bilateral Rusia-Palestina.

Dalam pertemuan itu, Putin kembali menegaskan sikap Rusia yang sejak lama mengakui kedaulatan Palestina. Rusia telah mengakui negara Palestina sejak tahun 1988 pada masa Uni Soviet.

Namun, penelusuran tidak menemukan pernyataan Putin yang mengancam Israel ataupun menolak Board of Peace sebagaimana klaim dalam video viral tersebut.

Video Diambil dari Peristiwa Berbeda

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa bagian awal video yang beredar identik dengan rekaman kunjungan Putin ke Universitas Pasukan Khusus Rusia di Gudermes, Chechnya, pada 20 Agustus 2024.

Seseorang sebelumnya mengunggah rekaman tersebut ke YouTube dengan judul Putin’s Photo Moment with Chechen Special Forces. Dalam peristiwa itu, Putin mengunjungi fasilitas pelatihan militer yang melatih pasukan sukarelawan Rusia sebelum mereka dikerahkan ke Ukraina.

Peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan Palestina maupun konflik Gaza, tetapi pihak tertentu menggunakan ulang klipnya dalam video viral dengan konteks yang keliru.

Sementara itu, klip lain dalam video memang memperlihatkan pertemuan Putin dan Abbas. Rekaman tersebut berasal dari pertemuan kedua pemimpin di Novo-Ogaryovo, Rusia, pada 13 Agustus 2024. Kantor berita internasional Reuters juga pernah memublikasikan rekaman ini.

Dalam pertemuan tersebut, Putin menyampaikan pandangannya mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah dan kembali menegaskan dukungan Rusia terhadap solusi dua negara.

Alih-alih menolak, Rusia justru menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam upaya perdamaian. Dalam pertemuan Januari 2026, Putin menyatakan Rusia siap menyuntikkan dana sebesar 1 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp16,8 triliun, untuk mendukung bantuan kemanusiaan dan pemulihan Jalur Gaza melalui mekanisme Dewan Perdamaian.

Putin bahkan mengusulkan agar Rusia menggunakan dana yang bersumber dari aset Rusia yang sebelumnya Amerika Serikat bekukan. Ia menyebut para diplomat telah membahas gagasan tersebut dalam komunikasi dengan Washington. Pernyataan ini bertolak belakang dengan narasi video viral yang menyebut Putin menolak Board of Peace.

Abbas Paparkan Kondisi Gaza

Dalam pertemuan resmi tersebut, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memaparkan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang menurutnya sangat memprihatinkan. Ia menyampaikan bahwa konflik berkepanjangan telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar serta menghancurkan infrastruktur sipil.

Abbas juga menegaskan bahwa rakyat Palestina menolak segala bentuk pengusiran dan tetap berjuang mempertahankan tanah air mereka. Ia berharap dukungan Rusia dapat membantu mendorong terwujudnya perdamaian yang adil.

Kasus ini kembali menyoroti maraknya manipulasi video dan narasi politik di media sosial. Pihak tertentu kerap memanfaatkan potongan video lama yang mereka gabungkan dengan narasi baru untuk menggiring opini publik, terutama terkait isu sensitif seperti konflik internasional.

Pengamat media menilai publik perlu lebih berhati-hati dalam menyikapi konten viral, terutama yang berkaitan dengan isu geopolitik dan pernyataan tokoh dunia.

Berdasarkan penelusuran berbagai sumber kredibel, klaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam Israel dan menolak Board of Peace setelah bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak terbukti benar.

Video yang beredar merupakan gabungan rekaman dari peristiwa berbeda dan memuat narasi yang tidak sesuai dengan fakta. Melalui pernyataan resminya, Rusia justru menegaskan dukungan terhadap upaya perdamaian dan bantuan kemanusiaan bagi Palestina.

(*)

Back to top button