Rudal Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel, Netanyahu Janji Balas

POJOKNEGERI.com – Ketegangan antara Israel dan Iran kembali memuncak setelah serangan rudal Iran menghantam kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, serta kota Arad di Israel selatan.
Serangan tersebut menimbulkan kerusakan parah dan puluhan korban luka, memicu pernyataan keras dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Ia berjanji akan terus melancarkan serangan balasan terhadap Iran.
Netanyahu menyebut malam itu sebagai salah satu yang paling sulit dalam sejarah pertempuran Israel.
“Ini adalah malam yang sangat sulit dalam pertempuran untuk masa depan kita,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, Minggu (22/3/2026).
“Kami bertekad untuk terus menyerang musuh kami di semua lini.”
Serangan rudal Iran mengenai sebuah bangunan di Dimona, kota yang terletak di gurun Negev dan dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir Israel.
Beberapa jam kemudian, kota Arad yang berjarak sekitar 25 kilometer timur laut Dimona juga menjadi sasaran.
Media Israel menampilkan gambar bangunan-bangunan yang rusak parah akibat hantaman rudal tersebut. Petugas medis Israel melaporkan sekitar 30 orang terluka di Arad, sementara polisi menyebut puing-puing berjatuhan setelah sistem peringatan serangan berbunyi.
Dinas pemadam kebakaran Israel mengonfirmasi adanya serangan langsung di pusat kota Arad.
“Menindaklanjuti laporan serangan di kota Arad, ini adalah serangan di pusat kota di antara bangunan tempat tinggal,” kata dinas tersebut dalam sebuah pernyataan.
Mereka menambahkan, “Kerusakan parah terjadi di lokasi tersebut.”
Respons Iran
Sementara itu, televisi pemerintah Iran menyatakan serangan rudal ke Israel merupakan balasan atas serangan terhadap situs nuklir Iran.
Organisasi Energi Atom Iran sebelumnya melaporkan bahwa kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran serangan Israel. Meski demikian, pihak Iran menegaskan tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang terjadi.
Serangan ini menambah daftar panjang aksi saling balas antara kedua negara yang sudah lama berseteru.
Israel menuduh Iran terus mengembangkan program nuklir yang mengancam keamanan regional, sementara Iran menuding Israel melakukan provokasi dengan menyerang fasilitas nuklirnya.
Kerusakan akibat serangan rudal di Arad dan Dimona menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan warga Israel. Banyak bangunan hancur, dan puluhan orang harus mendapatkan perawatan medis.
Media lokal menyoroti suasana panik di kota-kota selatan Israel, di mana warga berlarian mencari perlindungan setelah sirene peringatan berbunyi.
(*)
