POJOKNEGERI.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negara-negara di Timur Tengah mampu menyelesaikan persoalan kawasan tanpa bergantung pada Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT Forum Negara-negara Eksportir Gas di Moskow, Selasa (27/10/2026).
Pernyataan Pezeshkian mencerminkan upaya Iran memperkuat hubungan dengan Rusia di tengah konflik yang melibatkan Teheran, Washington, dan Israel.
Kedua negara juga berupaya memperluas kerja sama ekonomi di tengah tekanan sanksi sepihak AS.
“Saya meyakini kita mampu menyelesaikan masalah-masalah kita di kawasan ini, tanpa bergantung pada Amerika Serikat,” kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan Putin, seperti dilansir AFP, Rabu (28/10/2026).
Kerja Sama Ekonomi Jadi Tumpuan
Pezeshkian menyoroti perkembangan perdagangan antara Iran dan Rusia yang terus meningkat. Ia menilai tekanan AS terhadap sejumlah negara justru mendorong mereka mencari pola kerja sama yang lebih luas di luar pengaruh Washington.
“Perdagangan kita terus berkembang dan tumbuh dari hari ke hari. Tindakan AS di kawasan ini justru mempermudah kita untuk melangkah menuju ke multilateralisme yang lebih luas. Dan memperkuat kerja sama dengan Anda dan negara-negara lainnya yang juga terkena sanksi sepihak dari AS,” cetusnya.
Pernyataan tersebut menegaskan keinginan Teheran memperkuat kemitraan dengan Moskow serta negara-negara lain yang menghadapi sanksi AS.
Melalui kerja sama tersebut, Iran berupaya membuka ruang bagi hubungan ekonomi dan diplomasi yang tidak bergantung pada Washington.
Putin Bahas Perang Iran-AS
Dalam pertemuan yang sama, Putin mengungkapkan bahwa ia dan Pezeshkian membahas situasi perang antara Iran dan AS.
Pemimpin Rusia itu juga menyampaikan harapan agar perkembangan konflik mengarah pada kondisi yang lebih baik.
“Tadi kita sempat berbincang empat mata mengenai situasi di kawasan ini — situasi yang tidak diragukan lagi dapat menimbulkan kekhawatiran,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa dirinya mengharapkan situasi akan “berkembang ke arah yang positif”.
Moskow berupaya memainkan peran diplomatik untuk membantu mengakhiri perang di Timur Tengah.
Konflik tersebut berkecamuk sejak 28 Februari lalu, menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran.
Pertemuan Pezeshkian dan Putin menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat koordinasi di tengah ketegangan regional. Namun, pernyataan kedua pemimpin tersebut belum menunjukkan adanya kesepakatan konkret untuk mengakhiri perang.
(*)




