Pengendalian Inflasi, Wawali Samarinda Tegaskan Pengawasan Ketat Jelang Ramadan

POJOKNEGERI.COM – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Minggu IV Januari 2026 secara virtual, Selasa (27/1/2026) siang.
Rapat ini dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia.
Dalam arahannya Mendagri menyampaikan bahwa inflasi nasional tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebesar 2,92 persen.
Angka tersebut dinilai masih dalam batas aman, namun menunjukkan tren peningkatan yang perlu diwaspadai. Salah satu faktor global yang memengaruhi inflasi adalah kenaikan harga emas perhiasan akibat dinamika politik dan ekonomi dunia.
Mendagri menegaskan agar pemerintah pusat dan daerah tidak menaikkan harga komoditas yang berada dalam kewenangan pengaturan pemerintah, seperti tarif air minum dan angkutan umum.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kelancaran distribusi pangan, agar tidak terjadi kekurangan pasokan yang berpotensi memicu lonjakan harga.
Respons Pemkot Samarinda
Menanggapi hal tersebut, Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa kondisi inflasi di Kota Samarinda hingga saat ini masih terkendali.
Kendati demikian, ia menekankan perlunya pengawasan ketat menjelang Ramadan yang secara historis kerap diikuti peningkatan permintaan dan tekanan inflasi.
“Yang menjadi prioritas utama adalah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok harian masyarakat. Distribusi harus lancar dan pasokan harus terjaga,” tegas Saefuddin.
Orang nomor dua di Kota Samarinda ini juga menyoroti dinamika harga bawang merah dan bawang putih, serta meminta agar distribusi daging sapi dari para pemasok terus dipantau agar tidak terjadi gangguan pasokan.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menekan potensi kenaikan harga.
Berdasarkan laporan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, sejumlah komoditas strategis masih berada dalam kondisi relatif aman. Harga cabai rawit merah tercatat Rp39.000 per kilogram, dan daging ayam ras Rp34.800 per kilogram. Namun, harga daging sapi dan telur ayam ras masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).
Dari sisi energi, Pertamina memastikan pasokan elpiji di Samarinda dalam kondisi normal dan terkendali. Sementara Bulog Samarinda menjamin ketersediaan stok beras untuk kebutuhan lima hingga enam bulan ke depan, serta menyiapkan tambahan pasokan minyak goreng Minyakita.
Menutup Rakor, Wawali Saefuddin Zuhri menegaskan Pemkot Samarinda akan terus melakukan pemantauan pasar dan intervensi jika diperlukan, termasuk rencana Inspeksi Mendadak (Sidak) pada pertengahan Februari 2026.
“Selama pasar stabil, operasi pasar murah belum diperlukan. Namun pemerintah tetap siaga dan siap bertindak cepat apabila terjadi lonjakan harga,” pungkasnya.
(*)

