IMG-LOGO

IMG
Home Daerah Pemkot Samarinda Serahkan LKPD 2024, Optimisme WTP dan Harapan Pemerataan Bantuan
daerah | samarinda

Pemkot Samarinda Serahkan LKPD 2024, Optimisme WTP dan Harapan Pemerataan Bantuan

Hasa - 26 Maret 2025 15:43 WITA

Pemkot Samarinda Serahkan LKPD 2024, Optimisme WTP dan Harapan Pemerataan Bantuan

POJOKNEGERI.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2...

IMG
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2024 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Timur

POJOKNEGERI.COM, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2024 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Timur.

Dilaksanakan di Kantor BPK RI Kaltim, Jalan M Yamin, pada Rabu (26/3). Ini menjadi langkah penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa kewajiban penyampaian LKPD ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Setiap kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, wajib menyampaikan laporan keuangan daerah paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

"Alhamdulillah, pengalaman kami di Samarinda sudah 10 kali mendapatkan opini WTP. Tahun ini kami tetap optimis karena laporan keuangan kami saya awasi langsung hingga ke detail teknisnya. Kami juga terus memperbaiki catatan dan rekomendasi dari BPK tahun sebelumnya," kata Andi Harun.

Andi Harun mengatakan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah semakin baik meskipun belum sepenuhnya sempurna.

“Kalau pun belum bisa 100% tuntas, ada peningkatan signifikan dalam tata kelola keuangan daerah," ujarnya.

Di luar upaya Pemkot Samarinda dalam mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan, Andi Harun juga menjelaskan pentingnya pemerataan bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

"Kita berharap bantuan ini tidak hanya terfokus di Samarinda, tetapi juga merata ke seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim secara adil dan proporsional," ujarnya.

Menurutnya, meskipun Samarinda sebagai ibu kota provinsi memiliki kebutuhan infrastruktur yang besar, kabupaten dan kota lain seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, Penajam Paser Utara, dan Paser juga membutuhkan dukungan lebih dari pemerintah provinsi.

"Saya ingin mendorong gubernur dan DPRD Provinsi untuk lebih memperhatikan daerah-daerah dengan keterbatasan fasilitas fiskal. Kalimantan Timur harus berkembang secara merata, bukan hanya di satu wilayah saja," pungkasnya.

(tim redaksi)

Berita terkait