Merawat Generasi Sehat, Dinkes Kaltim Dorong Pencegahan Kecacingan Sejak Dini

00:00 / 04:32 1×
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Kesehatan anak menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Salah satu upaya yang terus didorong ialah pencegahan kecacingan melalui pemberian obat cacing, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pengawasan kebersihan di lingkungan sekolah.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Langkah ini penting karena kecacingan dapat mengganggu penyerapan nutrisi, meningkatkan risiko anemia, dan menghambat pertumbuhan anak.

Infeksi tersebut juga berpotensi memengaruhi aktivitas sehari-hari serta kemampuan anak dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Pencegahan Dimulai Sejak Dini

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa upaya pencegahan kecacingan perlu menyasar anak sejak dini, terutama anak usia sekolah.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa upaya tersebut juga perlu menjangkau anak-anak secara umum, termasuk balita.

“Fokus kita terutama pada anak sekolah, meskipun pencegahan juga perlu dilakukan pada anak secara umum,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kecacingan bukan sekadar persoalan infeksi, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi dan perkembangan anak.

Jika tidak mendapat perhatian, kondisi ini dapat meningkatkan risiko anemia, berkontribusi terhadap risiko stunting, serta memengaruhi prestasi belajar.

“Jika masih banyak anak yang mengalami kecacingan, potensi terjadinya anemia akan semakin besar. Kondisi ini juga dapat berkontribusi terhadap risiko stunting dan memengaruhi prestasi belajar anak,” katanya.

PHBS Jadi Kunci Pencegahan

Andi Muhammad Ishak juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat.

Menurutnya, indikator kecacingan perlu menjadi perhatian bersama untuk mendorong perbaikan perilaku masyarakat.

“Jika indikator kecacingan masih tinggi, hal itu perlu menjadi perhatian kita bersama, terutama terkait kebersihan lingkungan dan perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Selain pemberian obat cacing sesuai program kesehatan, Dinkes Kaltim mendorong keluarga dan sekolah membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, serta memakai alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan.

Kolaborasi Lindungi Tumbuh Kembang Anak

Pencegahan kecacingan membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari puskesmas, sekolah, keluarga, hingga instansi yang menangani sanitasi dan lingkungan. Melalui edukasi berkelanjutan dan pengawasan kebersihan, setiap pihak dapat mengambil peran dalam mengurangi risiko infeksi.

Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PHBS sekaligus mendukung tumbuh kembang anak agar tetap sehat, aktif, dan mampu mengikuti pembelajaran secara optimal.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram