Internasional

Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS, Trump Sebut Buang-buang Waktu

POJOKNEGERI.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan pesan tegas kepada Amerika Serikat dan Israel di tengah agresi militer yang terus berlangsung terhadap Republik Islam Iran.

Araghchi menolak anggapan bahwa Iran merasa gentar menghadapi kemungkinan invasi darat AS.

Ia menegaskan bahwa Iran siap menghadapi segala skenario, termasuk serangan langsung ke wilayahnya.

“Tidak, kami menunggu mereka. Karena kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” tegasnya ketika ditanya apakah ia takut akan kemungkinan invasi darat AS

Ia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah mempersiapkan diri menghadapi setiap kemungkinan, sehingga tidak ada alasan untuk merasa terintimidasi oleh ancaman eksternal.

Komentar keras tersebut muncul di tengah perang yang meluas sejak Sabtu (28/2), ketika AS dan Israel melancarkan agresi besar-besaran terhadap Iran.

Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak pernah meminta gencatan senjata, baik dalam konflik saat ini maupun dalam perang 12 hari pada Juni tahun lalu.

“Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada saat itu. Pada saat sebelumnya, Israel yang meminta gencatan senjata… setelah 12 hari kami melawan agresi mereka,” ujarnya.

Araghchi juga menyinggung serangan yang dilakukan pasukan AS-Israel terhadap sebuah Sekolah Dasar di Minab, Iran selatan, yang menewaskan 171 anak-anak. Ia menyatakan bahwa tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan militer AS dan Israel.

“Inilah yang dikatakan militer kami. Jadi, entah AS atau Israel. Apa bedanya?” katanya, sembari mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap warga sipil.

Kritik terhadap Negosiasi dengan AS

Selain itu, Araghchi mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya negosiasi dengan Amerika Serikat.

Ia menilai bahwa pemerintahan AS saat ini berulang kali bernegosiasi dengan itikad buruk.

“Faktanya adalah kami tidak memiliki pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat… terutama dengan pemerintahan ini,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Iran telah bernegosiasi dua kali dalam dua tahun terakhir, namun di tengah proses tersebut AS justru melancarkan serangan.

“Kami bernegosiasi dua kali tahun lalu dan tahun ini, dan kemudian di tengah negosiasi, mereka menyerang kami,” tambahnya.

Menurut Araghchi, tidak ada alasan bagi Iran untuk kembali terlibat dalam perundingan dengan pihak yang berulang kali menunjukkan pengkhianatan.

“Tidak ada alasan untuk kembali terlibat dengan pihak-pihak yang bernegosiasi dengan itikad buruk,” ujarnya. 

Tanggapan Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan tanggapannya atas peringatan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Trump menyebut pernyataan Abbas Araghchi itu buang-buang waktu.

Trump menegaskan bahwa invasi darat ke Iran bukan sesuatu yang ia pikirkan untuk saat ini dan hanya akan membuang-buang waktu.

“Itu hanya membuang-buang waktu. Mereka telah kehilangan segalanya,” kata Trump kepada NBC News, Kamis (5/3/2026).

Trump menambahkan bahwa Iran sudah kehilangan banyak aset militer, termasuk angkatan laut.

“Mereka kehilangan angkatan laut. Mereka kehilangan segalanya,” ujarnya.

Trump menambahkan bahwa intensitas dan kecepatan serangan akan berlanjut.

(*)

Back to top button