Internasional

Indonesia Rencanakan Kirim Ribuan TNI ke Gaza, Hamas Menolak

POJOKNEGERI.COM – Langkah pemerintah Indonesia akan mengirimkan ribuan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza, Palestina menjadi sorotan.

Hal ini lantas mendapat tanggapan dari Hamas yang merupakan kelompok militan Palestina yang menguasai Jalur Gaza

Pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, buka suara soal rencana Indonesia mengirim 8 ribu tentara untuk bergabung Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Jalur Gaza Palestina.

Hamdan mengatakan Hamas dan warga Palestina di Gaza menolak segala bentuk pengerahan pasukan asing di sana. Dan hal itu, kata Hamdan, telah diberitahukan juga kepada pemerintah Indonesia.

“Kami telah memberi tahu semua pihak, termasuk pemerintah Indonesia, bahwa kami, warga Palestina tidak membutuhkan kekuatan atau pasukan (asing),” kata Hamdan dalam wawancara dengan media berbasis di Qatar, Aljazeera Mubasher, Rabu (11/2).

Hamdan menuturkan jika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan mengirim pasukan internasional. Maka pasukan tersebut seharusnya ditempatkan di perbatasan guna mencegah Israel kembali melancarkan agresi terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Rencana Pemerintah Indonesia

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan rencana Indonesia mengirim sekitar 8.000 anggota pasukan perdamaian ke Gaza Palestina.

Ia mengatakan langkah tesebut kini masih dalam tahap pembahasan untuk dipersiapkan.

“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu,” kata ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan seusai jumpa pers di Stasiun Gambir, Selasa (10/2/2026).

Pria yang dipanggil Pras itu menambahkan pasukan dari Indonesia akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari negara lain. Namun dia belum menyebut di mana pasukan Indonesia akan ditempatkan.

“Belum. Kita baru mempersiapkan diri saja kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen itu akan kita lakukan,” jelasnya.

Pras menegaskan Indonesia berkomitmen untuk mengakui kemerdekaan Palestina. Dia juga menyinggung soal peran di Board of Peace.

“Kan yang pasti adalah berkenaan dengan masalah BOP beserta dengan seluruh turunan teknisnya itu kan ini, kan bagian dari komitmen bangsa kita untuk tentu yang pertama kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina,” ucapnya.

“Yang kedua bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza. Makanya kemudian kita Indonesia beserta dengan 7 negara muslim yang lain memutuskan untuk bergabung di BOP tersebut,” imbuhnya.

Pras berharap bergabungnya Indonesia di Board of Peace dapat meminimalisasi konflik di Gaza. Upaya ini dilakukan agar warga Palestina tidak menderita.

“Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza sehingga saudara-saudara kita berkurang penderitaannya. Nah dengan sekarang proses tersebut bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza yang ini kita berharap meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” ungkap dia.

(*)

Back to top button