Internasional
Sedang tren

Netanyahu Klaim Israel Peringatkan Inggris soal Dugaan Rencana Serangan Iran ke RAF Fairford

POJOKNEGERI.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Israel telah memperingatkan pemerintah Inggris mengenai dugaan rencana serangan Iran terhadap pangkalan udara RAF Fairford yang digunakan militer Amerika Serikat (AS).

Netanyahu mengatakan Israel menyerahkan informasi intelijen kepada Inggris sebelum otoritas Inggris mengumumkan langkah baru terhadap produk dari permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Klaim tersebut kembali memperuncing ketegangan diplomatik antara Israel, Inggris, dan Iran di tengah konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan Teheran.

Netanyahu Sebut Israel Sudah Beri Peringatan

Dalam wawancara dengan Fox News, Netanyahu mengatakan Israel telah memberikan informasi kepada pemerintah Inggris mengenai dugaan ancaman terhadap pangkalan tersebut.

“Anda ingin tahu betapa tidak masuk akalnya situasi di sana, dan sejauh mana propaganda anti-Israel telah berkembang?” ujar Netanyahu kepada Sean Hannity, pembawa acara Fox News.

“Kami memberikan informasi intelijen kepada pihak Inggris bahwa akan ada serangan, dan itu adalah serangan yang disponsori Iran. Namun, hampir keesokan harinya, mereka justru menjatuhkan sanksi kepada kami,” katanya.

Netanyahu menggunakan klaim tersebut untuk mengkritik kebijakan pemerintah Inggris terhadap Israel.

Ia juga mengaitkan pemberian informasi intelijen dengan keputusan Inggris menjatuhkan sanksi terhadap produk-produk yang berasal dari permukiman Israel di Tepi Barat.

Namun, klaim Netanyahu mengenai informasi intelijen tersebut belum menjelaskan secara terbuka jenis informasi yang diberikan Israel maupun bagaimana pemerintah Inggris menindaklanjutinya.

Inggris Soroti Aktivitas Mencurigakan di Fairford

Pemerintah Inggris sebelumnya menyatakan terdapat indikasi kuat keterlibatan Iran dalam aktivitas mencurigakan di sekitar RAF Fairford.

Pihak berwenang menemukan sejumlah kendaraan yang menimbulkan kecurigaan di sekitar pangkalan yang digunakan oleh militer AS. Aparat kemudian menangkap beberapa orang untuk kepentingan penyelidikan.

Perkembangan tersebut mendorong pemerintah Inggris memperketat perhatian terhadap keamanan fasilitas militer AS di wilayahnya. Penyelidikan juga berusaha menentukan apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan jaringan yang memiliki hubungan dengan Iran.

Meski demikian, dugaan keterlibatan Iran masih menjadi bagian dari penyelidikan. Iran membantah tuduhan tersebut dan menilai pemerintah Inggris menyampaikan tuduhan tanpa dasar.

(*)

Back to top button