Internasional

Dokumen Kasus Jeffrey Epstein, Ungkap Hubungan dengan Sejumlah Tokoh Besar Termasuk Trump

POJOKNEGERI.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mempublikasikan jutaan halaman dokumen terkait mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein pada Jumat (30/1).

Dokumen ini disebut Epstein Files merupakan arsip besar yang membuka tabir skandal Jeffrey Epstein dan jejaring relasinya secara lebih luas.

Dirilisnya dokumen kasus Epstein ini ke publik, memenuhi ketentuan undang-undang yang diloloskan oleh parlemen AS pada November tahun lalu, yang mewajibkan diungkapnya semua dokumen terkait kasus tersebut.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche, seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (31/1/2026), mengatakan dalam konferensi pers bahwa kumpulan dokumen kasus Epstein yang dirilis pada Jumat (30/1) ini menandai akhir dari rencana publikasi yang direncanakan pemerintahan Trump berdasarkan undang-undang.

“Menandai akhir dari proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada rakyat Amerika,” sebutnya.

Kumpulan dokumen yang dirilis ini, sebut Blanche, mencakup lebih dari tiga juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar.

Dia menjelaskan bahwa dokumen yang dirilis juga mencakup dokumen yang disensor secara “ekstensif”, mengingat pengecualian hukum yang mengizinkan dokumen tertentu untuk disensor saat diungkap ke publik. Bagian yang disensor mencakup informasi identitas korban atau materi terkait investigasi aktif.

Publikasi dokumen Epstein sebelumnya melibatkan banyak sensor, yang menuai kritikan dari beberapa anggota parlemen AS.

Lebih lanjut, Blanche memberikan pembelaan mengenai lambatnya proses publikasi dokumen Epstein ini, dengan mengatakan bahwa berkas-berkas yang sangat banyak itu membutuhkan ratusan pengacara bekerja siang dan malam selama berminggu-minggu untuk meninjau dan mempersiapkannya untuk dirilis ke publik.

Dia menyebut ada kebutuhan untuk melakukan penyensoran secara teliti demi melindungi identitas korban Epstein, yang jumlahnya diduga melebihi 1.000 orang.

Ungkap Hubungan Jeffrey Epstein dengan Tokoh Terkenal

Rilis ini mengungkap hubungan mendiang Jeffrey Epstein dengan banyak tokoh terkenal di bidang politik, keuangan, akademisi, dan bisnis.

Hubungan ini terjadi baik sebelum maupun setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan prostitusi, termasuk merekrut seorang gadis di bawah umur. Bukti dalam berbagai kasus hukum dan pidana juga memperjelas kaitan-kaitan tersebut.

Epstein kembali ditangkap pada 2019 atas dakwaan federal perdagangan seks anak di bawah umur. Ia meninggal dunia pada 2019 di sel penjara Manhattan, dan kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.

Berikut sejumlah tokoh terkenal yang disebut memiliki kaitan dengan Epstein berdasarkan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman:

Donald Trump

Trump diketahui sering bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dalam sebuah profil majalah pada periode itu, Trump dikutip mengatakan bahwa Epstein menyukai perempuan “yang lebih muda.” Dokumen Departemen Kehakiman AS memuat foto Trump bersama beberapa perempuan dengan wajah disamarkan, serta sebuah catatan sugestif yang ditujukan kepada Epstein, dibingkai gambar siluet perempuan telanjang dan tampak memiliki tanda tangan Trump.

Bukti dan kesaksian dalam persidangan 2021 terhadap rekan Epstein, Ghislaine Maxwell, menyebutkan Trump beberapa kali bepergian menggunakan pesawat Epstein. Dalam sebuah email, Epstein menulis bahwa Trump “tahu soal gadis-gadis itu,” meski tidak merinci maksud pernyataan tersebut.

Nama Donald Trump disebut hingga lebih 1.800 kali dalam dokumen terkait kasus predator seksual dan pedofilia Jeffrey Epstein.

Namun Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein dan mengatakan ia memutus hubungan pada awal 2000-an, sebelum kesepakatan pengakuan bersalah Epstein. Ia juga membantah pernah terbang dengan pesawat Epstein dan menyebut catatan sugestif itu palsu.

Bill Clinton

Mantan Presiden AS Bill Clinton diketahui bersosialisasi dengan Epstein dan beberapa kali terbang menggunakan pesawatnya pada awal 2000-an, setelah Clinton lengser dari jabatannya. Foto-foto yang dirilis menunjukkan Clinton berenang dan berpose dengan sejumlah perempuan yang wajahnya disamarkan. Clinton membantah melakukan kesalahan dan mengatakan menyesali hubungannya dengan Epstein di masa lalu.

Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, dijadwalkan memberikan kesaksian dalam penyelidikan kongres terkait Epstein, menurut seorang staf pada Senin (02/02).

Keputusan ini berpotensi mencegah rencana pemungutan suara di DPR AS yang dikuasai Partai Republik untuk menyatakan keduanya bersalah karena menghina kongres, yang bisa berujung pada tuntutan pidana.

Andrew Mountbatten-Windsor

Mantan Pangeran Andrew, Duke of York, memiliki hubungan sosial dengan Epstein dan kehilangan gelar kerajaannya akibat hubungan tersebut. Departemen Kehakiman AS pernah meminta kerja samanya dalam beberapa penyelidikan pidana, tapi ia menolak. Pada 2022, ia menyelesaikan gugatan dari salah satu korban Epstein dengan pembayaran yang tidak diungkap ke publik, tanpa mengakui kesalahan.

Berkas Departemen Kehakiman memuat beberapa foto dirinya bersama perempuan, termasuk satu foto saat ia berlutut di atas seorang perempuan dan foto lain yang menunjukkan dirinya berbaring di pangkuan beberapa perempuan.

Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan pelanggaran dan mengatakan menyesali persahabatannya dengan Epstein. Ia mengeklaim tidak pernah menyaksikan kejahatan seksual apa pun.

Elon Musk

CEO Tesla Elon Musk pada 2012 sempat menanyakan kepada Epstein tentang pesta yang direncanakan di pulau miliknya, namun tampaknya memutuskan tidak datang. Epstein membalas bahwa “rasio di pulau saya” mungkin akan membuat pendamping perempuan Musk tidak nyaman, tanpa penjelasan lebih lanjut.

Beberapa hari kemudian, Musk mengundang Epstein untuk minum bersama di pulau lain, tapi tidak jelas apakah pertemuan itu terjadi. Musk mengatakan pada Sabtu (31/01) bahwa interaksinya dengan Epstein sangat terbatas dan ia menolak undangan berulang kali untuk mengunjungi pulau Epstein atau terbang dengan pesawatnya.

Kevin Warsh

Kevin Warsh, calon pilihan Trump untuk memimpin Federal Reserve, muncul dalam sebuah email dari seorang humas kepada Epstein yang mencantumkan daftar 43 orang, termasuk selebritas seperti Martha Stewart, yang akan menghadiri acara Natal pada 2010. Tidak jelas apakah Warsh mengenal Epstein atau mengapa email tersebut dikirim kepadanya. Warsh belum menanggapi permintaan komentar.

Melania Trump

Dokumen tersebut memuat email tahun 2002 dari Melania Trump, istri Donald Trump, kepada Ghislaine Maxwell terkait artikel majalah tentang Epstein. Email tersebut berbunyi, “Kamu terlihat hebat.”

Bill Gates

Dokumen menunjukkan Bill Gates dan Epstein beberapa kali bertemu setelah Epstein keluar dari penjara untuk membahas pengembangan kegiatan filantropi pendiri Microsoft tersebut. Dokumen juga menyertakan foto Gates berpose dengan perempuan-perempuan yang wajahnya disamarkan.

Gates mengatakan hubungan itu terbatas pada pembahasan filantropi dan mengakui bahwa bertemu dengan Epstein adalah sebuah kesalahan.

Jes Staley

Mantan eksekutif JPMorgan dan Barclays ini tercatat sebagai peserta dalam pertemuan yang diselenggarakan Epstein. Ia bertukar sekitar 1.200 email dengan Epstein antara 2008 dan 2012, sebagian di antaranya membahas karakter Disney dan menyertakan foto perempuan muda, menurut dokumen pengadilan.

Staley membantah mengetahui aktivitas kriminal Epstein. Ia dilarang berkarier di industri keuangan Inggris dan digugat oleh JPMorgan, yang menuduhnya menyembunyikan informasi terkait pelanggaran Epstein.

(*)

Back to top button