Tonton Video Langsung Tanpa Membaca Berita
Internasional

Zelensky Tuding Peralatan Rusia di Belarus Bantu Serangan Drone ke Ukraina Barat

POJOKNEGERI.COM –  Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia memanfaatkan peralatan teknis yang mereka tempatkan di wilayah Belarus untuk membantu mengarahkan serangan drone Shahed ke wilayah barat Ukraina. Menurut Zelensky, dukungan tersebut memungkinkan pasukan Rusia menembus sistem intersepsi Ukraina dan memperluas jangkauan serangan hingga ke pusat-pusat logistik dan transportasi strategis.

Dalam pernyataannya, Zelensky menyebut bahwa Rusia memperoleh keuntungan taktis dari peralatan yang berada di Belarus dalam menjalankan serangan udara tanpa awak. Dengan bantuan tersebut, operator drone Rusia mampu mengidentifikasi celah dalam jaringan pertahanan udara Ukraina dan mengarahkan serangan lebih dalam ke wilayah yang sebelumnya relatif lebih aman.

“Mereka melihat garis intersepsi kami dan mencoba untuk melewatinya. Mereka melakukan ini berkat wilayah Belarus dan kemampuan teknis yang diberikan Belarus,” ujar Zelensky, seperti dikutip dari pernyataan resminya.

Klaim Presiden Ukraina itu sejalan dengan laporan militer Ukraina yang menyatakan bahwa Rusia semakin menfokuskan serangan drone Shahed dalam beberapa waktu terakhir pada infrastruktur kereta api dan fasilitas logistik. Rusia menargetkan jalur yang menghubungkan Ukraina dengan Polandia, yang selama ini menjadi koridor penting bagi pasokan lintas batas.

Militer Ukraina melaporkan bahwa drone-drone Rusia menyerang kereta api, kru perbaikan, jembatan kereta api, serta depo lokomotif. Rusia menargetkan jalur kereta api Kyiv–Kovel, salah satu rute transportasi utama di Ukraina bagian barat.

Kovel sebagai Sasaran Utama

Kovel, sebuah kota di wilayah Volyn yang terletak tidak jauh dari perbatasan Polandia, menjadi salah satu sasaran utama. Kota ini berada di persimpangan jalur kereta api strategis yang menghubungkan ibu kota Kyiv dengan wilayah barat Ukraina dan negara-negara mitra di Eropa.

Pejabat Ukraina menegaskan bahwa koridor Kyiv–Kovel memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran arus logistik. Jalur ini tidak hanya membawa pergerakan pasokan militer, tetapi juga mendistribusikan bantuan kemanusiaan serta mengirim kargo komersial. Gangguan di sepanjang jalur tersebut berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan kemampuan pertahanan Ukraina.

Zelensky menyatakan bahwa perubahan pola serangan drone Rusia menunjukkan adanya penyesuaian taktik yang dilakukan Moskow. Oleh karena itu, ia memerintahkan militer Ukraina untuk segera menyusun langkah-langkah balasan yang sesuai guna menghadapi ancaman tersebut.

“Saya telah menginstruksikan pengembangan tindakan balasan yang relevan,” kata Zelensky. Ia menambahkan bahwa pihak militer melakukan diskusi intensif di tingkat tinggi untuk merespons perubahan taktik penggunaan drone oleh Rusia.

Menurut Zelensky, fokus pembahasan mencakup evaluasi jaringan intersepsi udara yang ada serta penyesuaian sistem pertahanan untuk mengantisipasi serangan dari arah dan pola yang berbeda. Ukraina berupaya memastikan bahwa sistem pertahanan udara tetap mampu melindungi wilayah-wilayah strategis, termasuk jalur logistik utama.

Militer Ukraina menilai bahwa Rusia memperoleh keuntungan geografis dengan menggunakan wilayah Belarus. Dari arah tersebut, drone Rusia dapat menghindari sebagian sistem pertahanan udara Ukraina yang selama ini lebih terkonsentrasi di jalur-jalur tertentu.

Belarus sendiri secara resmi membantah keterlibatan langsung dalam serangan Rusia terhadap Ukraina. Pemerintah di Minsk menyatakan bahwa mereka tidak berpartisipasi dalam operasi militer Rusia dan tidak mengambil keputusan terkait serangan drone.

Namun demikian, Belarus mengakui bahwa mereka mengizinkan Rusia menggunakan wilayah, ruang udara, serta infrastruktur militer sejak awal konflik. Pengakuan tersebut menempatkan Belarus kembali dalam sorotan internasional, mengingat peran tidak langsungnya meningkatkan kemampuan operasional Rusia.

Dampak Regional dan Dukungan Internasional

Sejumlah pengamat menilai bahwa Rusia menggunakan fasilitas di Belarus untuk memperumit upaya Ukraina dalam mengamankan wilayah udaranya. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran di negara-negara tetangga Ukraina, khususnya di kawasan Eropa Timur, terkait potensi dampak lintas batas dari konflik yang masih berlangsung.

Di sisi lain, Ukraina terus menekankan pentingnya dukungan internasional dalam memperkuat sistem pertahanannya. Pemerintah di Kiev berulang kali menyerukan bantuan tambahan, termasuk sistem pertahanan udara dan teknologi pendeteksi drone, agar mereka dapat melindungi infrastruktur sipil dan jalur logistik penting.

Hingga kini, Rusia dan Ukraina masih menunjukkan eskalasi di berbagai sektor, termasuk penggunaan drone jarak jauh. Rusia menyerang infrastruktur transportasi sebagai bagian dari upaya untuk melemahkan kemampuan Ukraina mempertahankan pasokan dan dukungan dari mitra internasionalnya.

Ukraina menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan strategi pertahanan. Pemerintah juga menyatakan komitmennya untuk menjaga jalur logistik tetap berfungsi, demi memastikan kelangsungan bantuan kemanusiaan dan stabilitas nasional di tengah konflik yang berlarut-larut.

(*)

Back to top button