
POJOKNEGERI.com – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi gas pada Kamis (12/2/2026).
Sidak ini untuk memastikan ketersediaan tabung gas LPG dalam kondisi aman menjelang Tahun Baru Imlek, Bulan Suci Ramadan, hingga Lebaran Idulfitri.
Lokasi pertama yang Saefuddin Zuhri kunjungi adalah SPBU Urip Sumoharjo yang juga menyediakan persediaan gas LPG.
Di tempat tersebut, Saefuddin meninjau langsung aktivitas distribusi serta berdialog dengan pengelola terkait ketersediaan stok, mekanisme pengiriman, hingga pola permintaan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, SPBU Urip Sumoharjo menjadi salah satu titik penting karena berperan dalam mendukung kelancaran distribusi gas ke pangkalan-pangkalan di Samarinda. Dari hasil pengecekan, stok dalam kondisi cukup dan tidak ada antrean ataupun pembelian dalam jumlah tidak wajar.
“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan di SPBU Urip Sumoharjo, stok tersedia dan distribusi berjalan normal. Tidak ada tanda-tanda penumpukan,” ujar Saefuddin di sela sidak.
Setelah dari Urip Sumoharjo, rombongan melanjutkan peninjauan ke kawasan Jalan Dr Soetomo. Di lokasi ini, fokus pemeriksaan lebih pada pangkalan dan titik distribusi langsung ke masyarakat. Pemerintah ingin memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan distribusi yang berpotensi memicu kelangkaan.
Saefuddin mengatakan, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Idulfitri, kebutuhan LPG rumah tangga biasanya mengalami peningkatan. Hal itu karena meningkatnya aktivitas memasak serta kebutuhan usaha kecil seperti kuliner dan katering.
Namun berdasarkan hasil monitoring sementara, lonjakan permintaan masih dalam batas wajar dan mampu terpenuhi oleh pasokan yang ada. Ia juga memastikan tidak adanya penyimpangan takaran ataupun kendala teknis dalam proses distribusi.
“Yang menjadi perhatian kita salah satunya soal penguapan gas setelah pengambilan dari terminal pengisian. Tapi dari hasil pengecekan, semuanya masih sesuai standar. Tidak ada indikasi penyimpangan,” jelasnya.
Pengawasan dan Koordinasi
Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses distribusi di tingkat agen hingga pangkalan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak distributor dan Pertamina guna memastikan rantai pasok tetap stabil hingga seluruh rangkaian hari besar selesai.
Menurut Saefuddin, langkah sidak ini merupakan bentuk antisipasi agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan. Ia juga mengingatkan agar warga tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena hal tersebut justru dapat mengganggu keseimbangan distribusi.
“Kita ingin masyarakat tetap tenang. Tidak perlu membeli secara berlebihan karena stok aman dan distribusi lancar,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Samarinda akan terus melakukan monitoring rutin dalam beberapa pekan ke depan. Jika ditemukan indikasi gangguan distribusi atau lonjakan harga yang tidak wajar, pemerintah siap mengambil langkah cepat, termasuk berkoordinasi untuk penambahan pasokan.
Selain memastikan ketersediaan LPG, Pemkot juga sebelumnya telah melakukan pemantauan terhadap bahan pokok penting (bapokting) di sejumlah pasar tradisional. Langkah ini dilakukan secara terpadu guna menjaga stabilitas kebutuhan masyarakat menjelang hari besar.
Dengan hasil sidak di SPBU Urip Sumoharjo dan Jalan Dr Soetomo, pemerintah optimistis pasokan LPG di Samarinda dalam kondisi aman dan terkendali. Distribusi dinilai berjalan sesuai prosedur tanpa adanya penumpukan maupun kelangkaan.
Pemkot Samarinda berkomitmen untuk terus hadir di lapangan memastikan kebutuhan energi rumah tangga terpenuhi, sehingga masyarakat dapat menjalani perayaan Imlek, Ramadan, dan Idulfitri dengan rasa aman dan nyaman.
(*)
