Internasional
Sedang tren

Trump Tandatangani RUU Anggaran, Akhiri Shutdown Terpanjang Pemerintah AS

POJOKNEGERI.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menandatangani rancangan undang-undang (RUU) anggaran yang mengakhiri penutupan pemerintahan federal atau shutdown terlama dalam sejarah negara itu. 

Penandatanganan dilakukan di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu malam (12/11) waktu setempat. Ini setelah Kongres mencapai kesepakatan untuk membuka kembali lembaga-lembaga pemerintah yang lumpuh selama 43 hari terakhir.

“Hari ini, kita memberikan pesan yang jelas bahwa kita tidak akan pernah menyerah pada pemerasan,” tegas Trump sebelum menandatangani RUU tersebut, yang disambut tepuk tangan para anggora parlemen Republik yang hadir di Ruang Oval.

Trump, dalam pernyataannya, menuding Partai Demokrat sebagai pihak yang menghambat proses politik.

Kesepakatan di Kongres tercapai setelah DPR yang dikuasai mayoritas Republik menyetujui RUU anggaran, menyusul persetujuan dari Senat sebelumnya. RUU tersebut menjamin pendanaan bagi militer, urusan veteran, Departemen Pertanian. Serta operasional Kongres hingga musim gugur, dan memastikan seluruh pemerintahan berjalan hingga akhir Januari mendatang.

Namun, langkah ini memicu kekecewaan sejumlah anggota Demokrat yang menilai kompromi tersebut sebagai bentuk kelemahan. Ketua DPR Mike Johnson bahkan melontarkan kritik keras, menyebut kebuntuan yang terjadi sebagai “sia-sia, salah, dan kejam.”

Dengan ditandatanganinya RUU ini, ratusan ribu pegawai federal yang sempat tidak menerima gaji akhirnya bisa kembali bekerja, menandai berakhirnya krisis politik yang sempat mengguncang Washington selama lebih dari enam pekan.

Penyebab Pemerintah AS Tutup

Mengutip BBC, pemerintah AS tutup karena Partai Republik dan Demokrat tidak dapat bersatu untuk meloloskan RUU yang mendanai layanan pemerintah hingga Oktober dan seterusnya.

Partai Republik menguasai kedua kamar Kongres, tetapi di Senat—atau majelis tinggi—mereka kekurangan 60 suara yang dibutuhkan untuk meloloskan RUU belanja.

Dengan demikian, Partai Demokrat oposisi memiliki posisi tawar.

Kedua pihak telah terlibat dalam kebuntuan sengit mengenai belanja perawatan kesehatan. Partai Demokrat menolak mendukung RUU Partai Republik yang menurut mereka akan menyulitkan orang Amerika untuk mampu membayar layanan kesehatan.

Mereka menyerukan perpanjangan kredit pajak—yang akan segera berakhir—yang membuat asuransi kesehatan lebih terjangkau bagi jutaan orang Amerika. Serta pembatalan pemotongan dana Medicaid yang telah dilakukan Trump. Partai Demokrat juga menentang pemangkasan anggaran lembaga kesehatan pemerintah.

Sebuah RUU sementara sebelumnya telah disahkan di DPR (majelis rendah), tetapi belum lolos di Senat.

Dan akhirnya, pada pukul 00:01 EDT pada hari Rabu (04:01 GMT). Hal itu resmi terjadi: Amerika Serikat mengalami penutupan pemerintah pertama dalam hampir tujuh tahun.

Dampak Shutdown Terhadap Perekonomian

Skala kerusakan akan bergantung pada berapa lama shutdown berlangsung—dan seberapa luas cakupannya.

Di masa lalu, gangguan cenderung bersifat sementara, dengan aktivitas yang hilang sebagian besar bisa ditebus dalam beberapa bulan setelah shutdown berakhir.

Para analis memperkirakan shutdown kali ini bisa memangkas sekitar 0,1 hingga 0,2 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi untuk setiap minggu yang berlangsung. Meskipun sebagian besar mungkin bisa dipulihkan.

Dampak yang relatif kecil inilah yang mungkin membuat pasar saham tampak mengabaikan ancaman terbaru ini.

Namun, ada beberapa hal yang membuat shutdown kali ini bisa berbeda.

Pertama, Trump mengancam akan memecat—bukan sekadar merumahkan—beberapa pekerja, yang bisa membuat dampaknya lebih bertahan lama.

Pertarungan ini juga menambah gejolak dalam ekonomi yang sudah diguncang oleh tarif dan kecerdasan buatan, dengan kemungkinan penundaan data penting—seperti laporan resmi pekerjaan bulanan AS—yang diperkirakan akan menambah ketidakpastian.

(*)

Artikel Terkait

Back to top button