Trump Kritik Keras Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

POJOKNEGERI.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Ia menilai keputusan menggantikan mendiang Ayatollah Ali Khamenei dengan putranya sebagai langkah keliru yang dapat memperburuk situasi politik di Teheran.
Trump berbicara kepada media AS, NBC News, pada Selasa (10/3/2026), dan menegaskan bahwa Iran telah melakukan kesalahan besar.
“Saya rasa mereka (Iran-red) telah melakukan kesalahan besar,” kata Trump.
Ia menambahkan bahwa ia meragukan apakah kepemimpinan Mojtaba akan bertahan lama.
“Saya tidak tahu apakah ini akan bertahan lama. Saya pikir mereka telah melakukan kesalahan,” ucapnya.
Sebelumnya, Trump juga menyampaikan ketidakpuasan kepada New York Post. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak senang dengan penunjukan Mojtaba menggantikan ayahnya.
“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kita,” kata Trump lagi, merujuk pada pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Komentar Trump mencerminkan ketegangan diplomatik yang semakin tajam antara Washington dan Teheran. Dengan menyebut pengangkatan Mojtaba sebagai “kesalahan besar,” Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak mengakui legitimasi kepemimpinan baru Iran.
Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi
Sebelumnya, Iran resmi memasuki era kepemimpinan baru setelah Majelis Ahli menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi pada Senin (9/3).
“Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem sakral Republik Islam Iran,” demikian pernyataan majelis tersebut.
Mojtaba adalah putra kedua Khamenei dan banyak pihak mengenalnya sebagai sosok yang memiliki pengaruh signifikan di Iran. Ia juga dipercaya memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), badan militer paling kuat di negara itu.
Mojtaba juga dipercaya memiliki kedekatan dengan pasukan paramiliter sukarelawan Iran, Basij.
Sosok Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei lahir pada 1969 di kota suci Syiah, Mashhad. Ia tumbuh ketika ayahnya aktif dalam gerakan oposisi terhadap Shah Iran sebelum revolusi 1979.
Saat masih muda, Mojtaba juga sempat terlibat dalam perang Iran-Irak.
Ia kemudian menempuh pendidikan agama di Qom, pusat pembelajaran teologi Syiah di Iran, di bawah bimbingan para ulama konservatif. Mojtaba memiliki gelar keagamaan Hojjatoleslam.
Meski memiliki pengaruh besar, ia tidak pernah memegang jabatan resmi dalam pemerintahan Republik Islam Iran.
Ia beberapa kali terlihat hadir dalam rapat umum pendukung pemerintah, namun jarang berbicara di depan publik.
Peran Mojtaba selama ini juga memicu kontroversi di Iran. Sejumlah kritikus menolak kemungkinan adanya politik dinasti di negara yang menggulingkan monarki yang didukung Amerika Serikat pada 1979.
(*)


