Stok Pupuk Nasional Dipastikan Aman di Tengah Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

POJOKNEGERI.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan pupuk dunia.
Konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran semakin memanas.
Kini Iran telah memutuskan menutup Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi utama pupuk dunia. Keputusan ini menimbulkan keresahan global karena sekitar 45 persen ekspor urea dunia berasal dari fasilitas produksi di negara-negara Teluk yang melintasi jalur tersebut.
Meski demikian, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan bahwa stok dan harga pupuk urea nasional tetap aman. Ia menegaskan pasokan pupuk untuk kebutuhan pertanian dalam negeri masih mencukupi dan tidak mengalami gangguan distribusi.
Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/3), Amran menyampaikan optimisme pemerintah dalam menjaga ketersediaan pupuk.
“Pupuk ini pasokannya cukup, bahkan dibanding tahun sebelumnya itu kalau tidak salah terakhir naik 40 persen Januari–Februari. Aku bisa (pastikan) aman lah pupuk kita,” kata Amran.
Langkah Antisipatif Pemerintah
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah telah melakukan langkah antisipatif menghadapi dinamika geopolitik global. Amran menambahkan bahwa pemerintah terus memantau kondisi produksi pangan dan ketersediaan input pertanian, termasuk pupuk, agar tidak terjadi gejolak di tingkat petani.
“Aku keliling cek memastikan produksi beras aman. Kita harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan baku bisa naik, pupuk. Makanya kita antisipasi pangan kita cukup, protein kita cukup, Indonesia aman,” ujarnya.
Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu juga menegaskan pasokan pupuk, khususnya urea, tidak terganggu meskipun terdapat kekhawatiran terhadap jalur distribusi global seperti Selat Hormuz. Menurutnya, produksi pupuk dalam negeri berjalan normal dan bahan baku tersedia cukup.
“Eggak terhambat (produksi pupuk), aman. Pupuknya sudah masuk,” kata Amran.
Ia menambahkan bahwa bahan baku untuk produksi pupuk urea juga tersedia cukup sehingga tidak mengganggu kebutuhan petani di dalam negeri.
“(Bahan baku urea) cukup, aman,” ujarnya.
Pernyataan Amran menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, pemerintah berupaya menjaga ketahanan pangan dengan memastikan pasokan pupuk tetap stabil. Hal ini penting mengingat pupuk merupakan salah satu input utama dalam produksi pangan nasional.
Selain itu, langkah pemerintah dalam meningkatkan pasokan pupuk hingga 40 persen pada awal tahun menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga produktivitas pertanian. Dengan ketersediaan pupuk yang terjamin, petani dapat tetap menjalankan aktivitas produksi tanpa khawatir terhadap gangguan distribusi global.
Meski harga bahan baku pupuk berpotensi naik akibat ketegangan geopolitik, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan dan strategi distribusi yang mampu menjaga stabilitas.
(*)

