Daerah
Sedang tren

Saefuddin Zuhri Terima Audiensi PT Anugerah Tirta Indonesia, Bahas Teknologi Pengolahan Air

POJOKNEGERI.COM – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menerima kunjungan audiensi manajemen PT Anugerah Tirta Indonesia di Ruang Rapat Wawali, Balai Kota Samarinda, Jumat (6/3/2026).

Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penjajakan potensi kerja sama di sektor pengelolaan air.

Dalam kesempatan itu, Saefuddin Zuhri didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, jajaran Perumdam Tirta Kencana Samarinda, serta tiga anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).

Perusahaan Perkenalkan Teknologi Pengolahan Air

Perwakilan PT Anugerah Tirta Indonesia, yang berkantor pusat di Batam, memperkenalkan profil dan pengalaman mereka dalam pengolahan air bersih.

Mereka menjelaskan memiliki teknologi untuk mengubah air laut menjadi air layak konsumsi.

Perusahaan juga menegaskan bahwa mereka telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.

Selain itu, sejak 2024, mereka terlibat dalam proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan pada 2025 ikut mengerjakan pembangunan pintu air.

Saefuddin Zuhri Apresiasi Kunjungan dan Inovasi

Menanggapi paparan perusahaan, Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perkenalan yang dilakukan pihak perusahaan.

Ia menegaskan bahwa Pemkot Samarinda terbuka terhadap berbagai gagasan dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan kota, khususnya di sektor pengelolaan air.

“Pembahasan teknis terkait potensi kerja sama akan kami kaji bersama OPD teknis yang berwenang. Semua produk dan pengalaman yang sudah dikerjakan dapat disampaikan dalam bentuk soft file agar kami pelajari lebih lanjut,” kata Saefuddin.

Ia menambahkan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun komunikasi dan pertukaran informasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

Pemkot Sambut Kolaborasi Infrastruktur Air

Kepala Dinas PUPR Samarinda, Hendra Kesuma menyatakan Pemkot berencana membangun pintu air di beberapa titik strategis, salah satunya di muara Sungai Karang Mumus yang terhubung ke Sungai Mahakam.

Infrastruktur ini diharapkan membantu pengendalian air sekaligus mengurangi potensi banjir di kawasan perkotaan.

Namun, Hendra menekankan rencana tersebut masih menghadapi keterbatasan pembiayaan akibat berkurangnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD).

Karena itu, Pemkot berharap pembangunan dapat didukung melalui pendanaan APBN.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Samarinda, Nadya Turisna, menambahkan peluang kolaborasi dengan pihak swasta tetap terbuka.

“Perusahaan bisa saja memiliki akses atau jaringan ke kementerian yang membantu solusi pembiayaan,” pungkasnya.

Audiensi ini menegaskan komitmen Pemkot Samarinda untuk menjalin kerja sama dengan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur air, sembari tetap menjaga kajian teknis bersama OPD terkait. (*)

Back to top button