Kaltim
Sedang tren

Hadiri Pembukaan Turnamen Tenis Meja, Saefuddin Zuhri Apresiasi Pemuda Pancasila Kaltim

POJOKNEGERI.COM – Turnamen tenis meja digelar Pemuda Pancasila (PP) Kalimantan Timur di Lapangan Tembak Perbakin, Jln. Siradj Salman, Samarinda Ulu, Jumat (14/11/2025)

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pemuda Pancasila (PP) ke-66 dan Hari Sumpah Pemuda ke-97.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri menghadiri pembukaan turnamen tenis meja tersebut.

Pada kesempatan itu, Saefuddin Zuhri menyampaikan selamat atas peringatan ulang tahun PP ke-66 serta Hari Sumpah Pemuda.

Ia mengapresiasi langkah PP Kaltim yang terus bertransformasi menjadi organisasi kepemudaan yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Selamat ulang tahun bagi Pemuda Pancasila. Semoga semakin solid, semakin dewasa, dan terus hadir membawa manfaat. Saya mengapresiasi kegiatan positif seperti turnamen tenis meja ini, karena olahraga menyatukan kita semua dan membangun generasi muda yang sehat,” ujarnya.

Transformasi Pemuda Pancasila

Wakil Ketua PP Kaltim, Agus Suwandy, menegaskan bahwa organisasi Pemuda Pancasila kini telah berubah. Ia menampik stigma lama bahwa PP identik dengan kekerasan atau penggunaan otot. Menurutnya, kondisi zaman sudah menuntun PP menjadi organisasi yang lebih modern, beradab, dan berperan sebagai mitra strategis pemerintah.

“Sekarang paradigma harus kita ubah. PP bukan lagi seperti dua dekade lalu. Kita harus ikut peradaban, harus berkontribusi kepada pemerintah sebagai mitra strategis,” jelasnya.

Suwandi juga menekankan bahwa banyak anggota PP saat ini bekerja di berbagai sektor, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga profesional lainnya.

“Zaman sudah berubah. Kita tidak bisa lagi mengandalkan otot. Yang dibutuhkan adalah kemampuan, pikiran, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia menyebutkan bahwa arahan dari pusat juga jelas: PP harus hadir membantu pemerintah dan masyarakat, bukan sebaliknya.

“Kalau bisa bermanfaat bagi dua atau tiga orang saja itu sudah baik. Kalau tidak bisa membantu, jangan mengganggu orang lain. Itu pesan dari pusat,” kata Suwandi.

Antusiasme 150 Peserta Dari 16 Klub

Sementara itu, Ketua Panitia, Sekaligus Komandan KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila (PP) Kaltim Sahabudin menjelaskan bahwa turnamen tenis meja kali ini diikuti sekitar 150 peserta dari 16 klub yang ada di Samarinda dan sekitarnya. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya klub tenis meja di Samarinda mencapai 30 klub dengan total sekitar 900 penghobi, namun panitia membatasi jumlah peserta agar pertandingan dapat berjalan efektif.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk menjaring prestasi. Tenis meja ini peminatnya luar biasa banyak. Bahkan setiap bulan Ramadan, turnamen yang saya buat bisa menarik 400 hingga 500 orang,” ungkapnya.

Menurut Sahabudin, tenis meja merupakan olahraga yang ringan namun membutuhkan strategi dan kemampuan berpikir. Karena itu, turnamen seperti ini penting untuk mengasah talenta muda.

Desakan Agar Pemerintah Sediakan Gedung Tenis Meja

Sahabudin juga menyampaikan harapan besar komunitas tenis meja Samarinda agar pemerintah dapat menyediakan fasilitas atau gedung khusus yang bisa menjadi pusat kegiatan para penghobi.

“Di Kukar sudah ada tempat, di Balikpapan ada, di Paser juga ada gedung sendiri. Tinggal Samarinda yang belum punya. Kami berharap pemerintah bisa mengakomodasi kebutuhan komunitas besar ini,” tegasnya.

Rangkaian Kegiatan HUT PP ke-66

Turnamen tenis meja ini merupakan satu dari sejumlah rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun Pemuda Pancasila ke-66. Sahabudi menuturkan bahwa sebelumnya PP Kaltim telah melakukan berbagai kegiatan sosial seperti kerja bakti membersihkan sungai dan halaman rumah warga, donor darah, hingga santunan anak yatim.

PP Kaltim juga melakukan ziarah dan upacara di Taman Makam Pahlawan yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim. Selain itu, pembukaan salah satu cabang olahraga populer lainnya turut dibuka langsung oleh Gubernur Kaltim.

“Semua kegiatan ini kami lakukan sebagai bukti bahwa Pemuda Pancasila telah bertransformasi menjadi organisasi yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tutup Sahabudin.

(*)

Back to top button