DaerahSamarinda
Sedang tren

Tasyakuran Pembangunan Jalan RT 17 Bukuan, Saefuddin Zuhri Tekankan Soal Kolaborasi

POJOKNEGERI.COM – Warga RT 17 Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran menggelar tasyakuran atas rampungnya pembangunan jalan semenisasi sepanjang 630 meter pada Senin (17/11/2025)

Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.

Pada kesempatan ini, Saefuddin menegaskan bahwa pembangunan di tingkat kota hingga lingkungan permukiman tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya hubungan yang baik antar pihak.

 Ia menyebut kolaborasi merupakan fondasi utama agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Menjaga komunitas yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan DPRD itu penting. Selain untuk kelancaran pembangunan, ini juga bagian dari menjaga silaturahmi,” ujar Saefuddin.

Jalan Kampung Akhirnya Tersemenisasi

Pembangunan jalan sepanjang 630 meter di RT 17 sendiri menjadi salah satu aspirasi yang telah lama diperjuangkan warga. Jalan yang sebelumnya masih berupa tanah dan sering dikeluhkan karena becek saat hujan, kini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat dengan lebih nyaman.

Menurut warga, jalan tersebut kini jauh lebih layak dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dan meningkatkan akses mereka menuju pusat aktivitas di Palaran.

Salah satu warga, Damis, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah. Dulu jalan ini tanah dan susah dilalui. Sekarang sudah disemenisasi dan lebih enak untuk dilewati,” ujarnya.

Peran DPRD dan Mekanisme Aspirasi

Anggota DPRD Samarinda, Joha Fajal, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa pembangunan jalan yang terealisasi di RT 17 bukan datang begitu saja, melainkan melalui mekanisme perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia mengatakan bahwa semua usulan pembangunan dari warga masuk terlebih dahulu melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan hingga kecamatan. Setelah itu barulah diusulkan masuk ke dalam anggaran daerah dan dapat diperjuangkan melalui aspirasi DPRD.

“Apapun yang kami kerjakan ini merupakan kerja sama antara masyarakat, pemerintah setempat, camat, lurah, dan RT. Semua dimulai dari perencanaan dalam Musrenbang sebelum bisa masuk dalam aspirasi DPRD,” jelas Joha.

Joha juga menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan pada masa kepemimpinan Wali Kota Andi Harun dan Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Menurutnya, sudah tidak memungkinkan lagi melakukan perubahan di lapangan tanpa menyesuaikan dengan dokumen anggaran yang telah ditetapkan.

“Sekarang dalam pembangunan tidak bisa lagi diatur tanpa mekanisme pemerintah. Misalnya, warga ingin semenisasi 25 meter, tapi anggaran hanya tersedia untuk 20 meter — ya tidak bisa dirubah. Semua harus sesuai perencanaan dan kualitas yang sudah disusun,” tambahnya.

Pemerintah Pastikan Pengawasan dan Kualitas

Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa pemerintahan Kota Samarinda terus memperkuat pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur agar kualitasnya memenuhi standar. Ia mengatakan bahwa Pemkot tidak ingin lagi ada pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi atau berubah dari rencana.

“Kita ingin pembangunan yang benar-benar berkualitas karena ini menggunakan anggaran rakyat. Setiap pekerjaan harus sesuai mekanisme dan diawasi dengan baik,” kata Saefuddin.

Ia juga mengapresiasi komunikasi yang terbangun antara para ketua RT, kelurahan, kecamatan, hingga DPRD. Menurutnya, pola komunikasi itu perlu dijaga dan diperkuat karena menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyelesaian berbagai program fisik di lingkungan permukiman.

Harapan Ke Depan

Warga berharap peningkatan infrastruktur yang terjadi di RT 17 bisa berlanjut ke wilayah lain di Bukuan. Mereka menilai pembangunan semenisasi membuka akses ekonomi dan memudahkan aktivitas harian warga, terutama yang bekerja di sektor pertanian dan industri lokal di Palaran.

Dalam acara tasyakuran tersebut, suasana kebersamaan tampak terjalin hangat antara warga dan jajaran pemerintah. Saefuddin menutup kegiatan dengan pesan agar warga tetap menjaga fasilitas umum yang telah dibangun.

“Pembangunan ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik kita semua. Mari dijaga bersama,” ujarnya.

(*)

Artikel Terkait

Back to top button