Rusia Dorong Diplomasi Selesaikan Konflik di Timur Tengah

POJOKNEGERI.com – Rusia menegaskan perlunya penyelesaian politik dan diplomatik atas konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan internasional terkait penutupan Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa hanya jalur diplomasi yang dapat meredakan situasi yang semakin berbahaya.
“Kami percaya bahwa situasi tersebut seharusnya beralih ke penyelesaian politik dan diplomatik. Ini adalah satu-satunya hal yang dapat secara efektif berkontribusi untuk meredakan ketegangan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Peskov menyampaikan hal ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz jika tidak ingin jaringan listriknya hancur.
Peskov menegasskan diplomatik menjadi satu-satunya untuk meredam keteganya di Timur Tengah.
“Ini adalah satu-satunya hal yang dapat secara efektif berkontribusi untuk meredakan situasi tegang yang kini telah berkembang di kawasan tersebut,” kata Peskov.
Ia juga mengatakan ancaman Trump untuk menyerang jaringan lisrik Iran menimbulkan ancaman keamanan yang sangat serius.
“Kami menganggap serangan terhadap fasilitas nuklir berpotensi sangat berbahaya dan penuh dengan konsekuensi, bahkan mungkin tidak dapat dipulihkan,” tambahnya.
Ancaman Trump
Sebelumnya, Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran terkait blokade Selat Hormuz.
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump menegaskan bahwa Iran harus membuka jalur vital perdagangan minyak dunia itu dalam waktu 48 jam.
Jika tidak, AS akan melancarkan serangan militer yang menargetkan pembangkit listrik Iran, mulai dari yang terbesar.
“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz dalam waktu 48 jam dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, mulai dengan yang terbesar terlebih dulu,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Selat Hormuz: Jalur Energi Dunia
Selat Hormuz adalah jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati jalur ini setiap hari.
Penutupan atau gangguan di selat tersebut berpotensi mengguncang pasar energi global, menaikkan harga minyak, dan memicu krisis ekonomi internasional.
Iran menutup jalur tersebut dengan kapal perang dan ranjau laut, sehingga menghambat ekspor minyak dari negara-negara Teluk.
Langkah ini sebagai bentuk perlawanan terhadap serangan AS-Israel yang sebelumnya melakukan serangan terhadap Iran.
Tangggapan Iran
Merespon ultimatum Trump, Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz jika Amerika Serikat menyerang fasilitas pembangkit listriknya.
Selain penutupan total Selat Hormuz, Iran juga akan melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi serta air di kawasan jika Amerika Serikat nekat mellancarkan serangan.
“Iran akan sepenuhnya menutup Selat Hormuz dan meluncurkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan jika pembangkit listrik kami diserang,” demikian pernyataan otoritas Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera.
(*)
