Sports

Quartararo Ragu dengan Mesin Baru Yamaha V4, Catatan Waktu Mengecewakan

POJOKNEGERI.COM – Fabio Quartararo menghadapi tantangan besar bersama Yamaha setelah tim pabrikan asal Jepang itu meluncurkan motor baru YZR-M1 dengan mesin V4 untuk MotoGP 2026.

Dalam sesi tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, hasil yang Quartararo terehkan jauh dari kata memuaskan. Rider asal Prancis itu bahkan mengalami kecelakaan di tikungan kelima hingga menderita patah jari tangan.

Quartararo tidak menutupi rasa frustrasinya. Ia mengakui bahwa performa motor baru belum sesuai harapan.

“Saya tidak bisa mengatakan saya percaya diri (dengan mesin baru), karena kami melihat betapa banyak kami menderita. Catatan waktu putarannya juga tidak terlalu bagus,” ujarnya kepada Crash.

Pernyataan itu mencerminkan betapa sulitnya proses adaptasi dengan karakter mesin V4 yang berbeda dari inline-4, mesin yang selama ini menjadi ciri khas Yamaha.

Dalam perbandingan catatan waktu, Quartararo justru lebih lambat 0,857 detik dari tes pramusim 2025 di Sepang.

Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan performa yang signifikan. Kondisi ini membuat Yamaha harus bekerja ekstra keras agar motor barunya bisa bersaing dengan Ducati, Aprilia, dan KTM yang sudah lebih matang dengan mesin V4.

Adaptasi yang Tidak Instan

Quartararo menegaskan bahwa proses adaptasi tidak bisa secara instan.

“Saya harus cepat beradaptasi sepenuhnya dengan V4. Saya merasa ada di beberapa titik, saya harus berubah dan melakukan cara berbeda,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus tim selesaikan.

“Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan, terutama pada tikungan, traksi, elektronik, cengkeraman, dan tenaga,” sambungnya.

Insiden jatuh di tikungan kelima menjadi pukulan tambahan bagi Quartararo. Cedera patah jari tangan membuatnya harus menahan rasa sakit sekaligus kehilangan waktu berharga untuk menguji motor secara maksimal. Meski begitu, ia tetap berusaha menjaga semangat.

“Posisi kami masih sangat jauh dibanding para pesaing. Kami harus menerimanya dan bekerja keras adalah satu-satunya hal yang dapat kami lakukan,” tutup juara dunia MotoGP 2021 tersebut.

Yamaha sendiri mengambil langkah berani dengan beralih ke mesin V4. Keputusan ini diambil karena rival-rival utama terbukti lebih kompetitif dengan konfigurasi tersebut.

Ducati, misalnya, berhasil mendominasi beberapa musim terakhir berkat keunggulan mesin V4 yang lebih bertenaga dan stabil di lintasan lurus. Namun, transisi besar ini jelas membutuhkan waktu. Yamaha harus menemukan keseimbangan antara tenaga, traksi, dan karakteristik khas yang selama ini menjadi kekuatan mereka.

Tes pramusim di Sepang menjadi alarm keras bagi Yamaha. Catatan waktu yang tertinggal, masalah teknis yang belum terselesaikan, serta kecelakaan yang menimpa Quartararo menunjukkan bahwa proyek V4 masih jauh dari kata matang.

Tim pabrikan harus segera melakukan evaluasi mendalam, memperbaiki sistem elektronik, meningkatkan grip, dan memastikan motor lebih mudah dikendalikan oleh sang pembalap.

Bagi Quartararo, musim 2026 akan menjadi ujian mental sekaligus fisik. Ia harus beradaptasi dengan motor yang benar-benar baru, sembari menghadapi tekanan dari rival yang sudah lebih siap.

(*)

Back to top button