POJOKNEGERI.com – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kota Samarinda masih menjadi perhatian DPRD.
Sejumlah sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) membutuhkan perbaikan, bahkan beberapa di antaranya memerlukan renovasi berat.
DPRD Kota Samarinda pun meminta pemerintah kota memastikan program rehabilitasi menyentuh sekolah yang benar-benar membutuhkan penanganan segera.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menilai pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan daftar usulan pembangunan.
Pemkot harus turun langsung mengevaluasi kondisi bangunan agar kebijakan perbaikan mampu menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.
“Pemkot harus mengkaji setiap usulan berdasarkan kondisi bangunan di lapangan dan tingkat urgensinya. Jadi, tidak semua permintaan perbaikan bisa langsung disetujui tanpa melihat kebutuhan sebenarnya,” kata Sri Puji Astuti di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat.
Kerusakan Sekolah Tersebar di Berbagai Kecamatan
Berdasarkan data Komisi IV DPRD Samarinda, sekitar 35 SD diproyeksikan memperoleh rehabilitasi ringan pada 2027. Sementara itu, sekitar 15 SMP juga masuk dalam daftar usulan perbaikan fasilitas pendidikan.
Hasil kunjungan lapangan memperlihatkan kerusakan ruang kelas masih terjadi di berbagai kecamatan. Kondisinya beragam, mulai dari kerusakan ringan hingga bangunan yang membutuhkan renovasi besar.
“Setiap kali saya melakukan peninjauan ke lapangan, selalu ditemukan SD maupun SMP yang kondisinya sudah membutuhkan perbaikan serius di berbagai kecamatan. Seluruh kebutuhan tersebut nantinya akan kami perjuangkan melalui usulan program,” ujarnya.
DPRD Dorong Pembiayaan Alternatif
Di tengah keterbatasan fiskal akibat efisiensi anggaran, DPRD meminta Pemkot Samarinda menyusun urutan pekerjaan berdasarkan tingkat urgensi. Pemerintah juga dapat mengoptimalkan APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, dan sumber pendanaan legal lainnya.
“Dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran, kami harus kembali menyeleksi usulan dan menentukan sekolah mana yang paling mendesak untuk diperbaiki terlebih dahulu,” ungkapnya.
Puji turut mengingatkan rencana rehabilitasi SMP Negeri 24 Samarinda yang telah dibahas dalam program kerja 2026 agar segera mendapat kepastian pelaksanaan.
“Perbaikan SMP Negeri 24 sebenarnya sudah menunjukkan perkembangan positif. Hanya saja, kami belum bisa memastikan waktu pengerjaannya karena proses lelang belum dilaksanakan,” tutup Puji.
(advdprdsmd)




