PM Kanada Siapkan Skenario Terburuk Jika AS Invasi Negaranya

POJOKNEGERI.com – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengungkapkan bahwa pemerintahannya mempertimbangkan berbagai risiko ekstrem, termasuk kemungkinan Amerika Serikat melancarkan invasi militer ke Kanada. Pernyataan ini...

00:00 / 04:32 1×
Perdana Menteri Kanada Mark Carney
Perdana Menteri Kanada Mark Carney Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengungkapkan bahwa pemerintahannya mempertimbangkan berbagai risiko ekstrem, termasuk kemungkinan Amerika Serikat melancarkan invasi militer ke Kanada.

Pernyataan ini menyoroti hubungan kedua negara yang menghadapi tekanan di tengah perselisihan perdagangan dan pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai status Kanada.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Carney menegaskan bahwa pemerintah Kanada perlu mengantisipasi berbagai kemungkinan demi menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara.

Meski demikian, ia menekankan bahwa invasi militer AS bukan skenario utama yang menjadi dasar kebijakan pemerintahannya.

Carney Sebut Antisipasi Invasi sebagai Manajemen Risiko

Dalam wawancara dengan The New York Times pada awal Oktober, Carney menjelaskan bahwa pemerintahannya hanya menjalankan manajemen risiko dengan mempertimbangkan kemungkinan terburuk. Politico kemudian mengutip pernyataan tersebut dalam pemberitaannya.

“Itu hanyalah manajemen risiko. Itu bukan skenario dasar, tetapi akan menjadi tindakan yang tidak bertanggung jawab jika tidak mempertimbangkannya,” kata Carney.

Carney menolak mengungkapkan lebih jauh mengenai langkah-langkah yang disiapkan pemerintah Kanada untuk menghadapi kemungkinan aksi militer Amerika Serikat.

Kantor Perdana Menteri Kanada juga belum segera memberikan komentar terkait persoalan tersebut.

Pernyataan Carney tidak secara langsung menunjukkan bahwa Washington sedang mempersiapkan invasi. Namun, pengakuannya memperlihatkan bahwa pemerintah Kanada memasukkan risiko ekstrem dalam pertimbangan keamanan nasionalnya.

Perselisihan Tarif Perdagangan Masih Membayangi Hubungan Kedua Negara

Selain membahas risiko keamanan, Carney menyinggung tingginya tarif impor yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Kanada. Kebijakan perdagangan tersebut menjadi salah satu persoalan yang membebani hubungan ekonomi kedua negara.

Meski menghadapi tekanan tarif, Carney tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Washington. Ia mengatakan telah berupaya menjalin komunikasi langsung dengan Trump untuk membahas berbagai persoalan yang memengaruhi hubungan bilateral.

“Dari sudut pandang saya, kami memiliki hubungan yang baik dalam artian kami bisa saling menghubungi melalui telepon untuk membahas berbagai masalah,” katanya.

Carney juga menggambarkan komunikasi dengan Trump sebagai interaksi langsung yang memungkinkan kedua pemimpin menyampaikan posisi masing-masing secara terbuka.

“Dia lugas. Saya juga lugas dalam hal posisi masing-masing. Cara itu jauh lebih efisien, dan Anda tahu bahwa hubungan itu ada dan akan terus ada,” imbuh Carney.

Pernyataan Trump tentang Kanada Kembali Menjadi Sorotan

Pernyataan Carney muncul di tengah komentar Trump yang sebelumnya menyebut Kanada seharusnya bergabung dengan Amerika Serikat sebagai negara bagian ke-51.

“Kanada harus menjadi Negara Bagian ke-51 Kesayangan Kita.,” tulis Trump di Truth Social pada Februari tahun lalu.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram