Tonton Video Langsung Tanpa Membaca Berita
Internasional

Pentagon Soroti Modernisasi Militer China

POJOKNEGERI.COM – Laporan terbaru Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengungkapkan bahwa militer China tengah menjalani apa yang disebut sebagai “peningkatan kekuatan militer bersejarah”.

Pentagon menilai peningkatan tersebut telah membuat wilayah Amerika Serikat semakin rentan, sekaligus menantang sejumlah kebijakan strategis yang tengah Presiden Donald Trump rancang.

Departemen Pertahanan mengunggah laporan itu ke situs resmi Pentagon pada Selasa (23/12). Laporan tersebut menjadi laporan pertama yang terbit pada masa pemerintahan kedua Presiden Trump. Kongres AS memandatkan penyusunan dokumen tersebut, sehingga Departemen Pertahanan wajib menyampaikan penilaian atas perkembangan militer China setiap tahun.

Dalam laporannya, Pentagon menggambarkan militer China sebagai kekuatan yang semakin canggih, tangguh, dan modern, serta menunjukkan kecenderungan untuk tidak terlibat dalam perjanjian strategis besar dengan Amerika Serikat. Kondisi ini menantang upaya Trump yang berulang kali menyatakan keinginan untuk membatasi persenjataan nuklir Amerika Serikat, China, dan Rusia.

Pentagon juga mencatat bahwa modernisasi militer China berlangsung secara luas, mencakup peningkatan kemampuan konvensional, nuklir, hingga pengembangan teknologi persenjataan mutakhir.

Fokus Asia-Pasifik dan Taiwan

Dalam konteks kawasan Asia-Pasifik, laporan tersebut menyoroti bahwa Beijing terus mempelajari dinamika konflik global, termasuk perang Rusia-Ukraina, untuk memperkuat strategi militernya.

Pentagon menyoroti salah satu poin penting: China mengambil pelajaran dari kegagalan dan tantangan militer Rusia di Ukraina.

Menurut laporan, China menggunakan pembelajaran ini untuk meningkatkan kesiapan militer serta memperkuat tekanan terhadap Taiwan, yang selama ini menjadi salah satu isu sensitif dalam hubungan China dan Amerika Serikat.

Meski demikian, laporan tersebut juga menekankan bahwa China dan Rusia terus memperdalam kemitraan strategis mereka. Pentagon menyebut kerja sama ini “hampir pasti karena kepentingan bersama dalam melawan Amerika Serikat”. Namun, Pentagon menilai hubungan tersebut tidak sepenuhnya solid, karena rasa saling curiga masih membayangi kedua negara.

Senjata Hipersonik

Pentagon juga mengangkat kekhawatiran para analis pertahanan terkait kemampuan China dalam pengembangan senjata hipersonik.

Sejumlah pakar menilai China telah melampaui Amerika Serikat dalam pengembangan dan uji coba teknologi tersebut. Senjata hipersonik sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.

Menanggapi perkembangan itu, Presiden Trump mengumumkan rencana pengembangan sistem pertahanan bernama “Golden Dome”. Sistem ini dirancang untuk melindungi wilayah Amerika Serikat dari ancaman senjata canggih, termasuk rudal hipersonik serta rudal balistik tradisional.

Pentagon juga merujuk pada temuan edisi sebelumnya yang diterbitkan pada Desember 2024, saat pemerintahan Presiden Joe Biden masih menjabat.

Dalam laporan tersebut, Pentagon menyebut China sebagai satu-satunya pesaing Amerika Serikat yang memiliki “niat dan, semakin meningkat, kemampuan untuk mengubah tatanan internasional.”

Pentagon menegaskan dalam laporan edisi Desember 2024 bahwa menghadapi tantangan dari militer China yang “semakin mumpuni” merupakan prioritas strategis bagi Amerika Serikat. Penilaian itu kemudian menjadi dasar bagi berbagai kebijakan pertahanan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, pada masa pemerintahan pertama Trump, Pentagon menyoroti arah kebijakan Beijing dalam laporan edisi September 2020. Pentagon menyebut China terlibat dalam “upaya yang gigih untuk mencapai modernitas politik dan sosial”, termasuk memperluas kekuatan nasional. Menyempurnakan sistem pemerintahan, serta berupaya memengaruhi tatanan internasional.

Strategi Keamanan Nasional AS

Pentagon merilis laporan terbaru ini tidak lama setelah pemerintah Amerika Serikat menerbitkan Strategi Keamanan Nasional terbaru. Dokumen strategi tersebut lebih banyak menyoroti ancaman dari kawasan Belahan Barat serta isu-isu domestik, dibandingkan ancaman langsung dari China.

Di sisi lain, Strategi Pertahanan Nasional pemerintahan Biden tahun 2022 secara eksplisit mendefinisikan China sebagai “tantangan utama” geopolitik bagi militer Amerika Serikat. Khususnya dalam konteks persaingan kekuatan militer global.

Sebelumnya, kantor berita Reuters melaporkan sejumlah temuan dari versi draf laporan Pentagon ini. Kongres AS mewajibkan laporan tersebut setiap tahun sejak pengesahan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2000.

Sesuai ketentuan, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menyampaikan versi rahasia laporan tersebut kepada Kongres, serta merilis ringkasan yang tidak bersifat rahasia kepada publik. Ringkasan inilah yang menjadi dasar pemahaman publik terkait penilaian terbaru Pentagon atas perkembangan militer China.

Dengan merilis laporan ini, Pentagon kembali menyoroti dinamika persaingan strategis antara Amerika Serikat dan China. Khususnya terkait keseimbangan kekuatan militer dan stabilitas keamanan global.

(*)

Back to top button