IMG-LOGO

IMG
Home Daerah Pemerataan Pembangunan di Benua Etam, Gubernur Kaltim Tingkatkan Infrastruktur di Mahakam Ulu
daerah | kaltim

Pemerataan Pembangunan di Benua Etam, Gubernur Kaltim Tingkatkan Infrastruktur di Mahakam Ulu

Hasa - 04 April 2025 18:41 WITA

Pemerataan Pembangunan di Benua Etam, Gubernur Kaltim Tingkatkan Infrastruktur di Mahakam Ulu

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan komitmen pemerataan pembangunan di provinsi yang berjuluk Benua Etam.Selain peningkata...

IMG
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud

POJOKNEGERI.COM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan komitmen pemerataan pembangunan di provinsi yang berjuluk Benua Etam.

Selain peningkatan infrastruktur di Kabupaten Kutai Barat, Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud juga berencana melakukan hal serupa di jalur Kabupaten Mahakam Ulu.

Hal itu diungkapkan Rudy Mas'ud setelah Wakilnya, yakni Seno Aji menegaskan gagasan perbaikan infrastruktur di Kutai Barat. 

Dalam keterangannya, Rudy Mas'ud yang akrab disapa Harum mengaku akan segera melakukan tinjauan terkait akses infrastruktur Mahakam Ulu. Khususnya yang turut menghubungkan Kutai Barat.

Fokus pembenahan infrastruktur yang menghubungkan Kutai Kartanegara, Kutai Barat hingga ke Mahakam Ulu bukan tanpa alasan. Sebab kata Gubernur Harum, di ujung aliran Sungai Mahakam masih kerap kesulitan mengakses kebutuhan dasar, termasuk bahan bakar minyak (BBM) yang harganya bisa mencapai Rp50 ribu per liter. Selain itu, harga semen di daerah tersebut juga melambung tinggi, mencapai harga jutaan rupiah.

“Jadi, bukan di Papua saja harga semen sampai berjuta-juta, di Kalimantan Timur juga ada,” kata Harum, Jumat (4/4/2025).

Selain akses jalan dan infrastruktur Kubar-Mahulu, Gubernur Harum juga berencana akan membuka jalur transportasi Kaltim-Malinau. Hal ini nantinya akan menggandeng Kodam VI Mulawarman untuk menyelesaikan masalah infrastruktur di perbatasan Indonesia-malaysia tersebut.

"Untuk itu, kami berencana membuka jalur transportasi antara Kaltim dan Malinau sepanjang 120 km," ucap Harum dikutip Pemprov Kaltim.

Gubernur juga menyoroti harga kebutuhan pokok yang sangat tinggi di kawasan perbatasan, seperti harga gula yang mencapai Rp35 ribu per kg, serta masalah lain yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat bisa segera membuahkan hasil yang bermanfaat, termasuk pembangunan infrastruktur yang lebih layak.

"Sinergi harus kita lakukan agar manfaat bisa segera dirasakan oleh masyarakat setempat. Mereka tidak minta aspal atau cor. Mereka hanya berharap bisa terkoneksi," tambah Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menyampaikan perhatian khusus untuk jalur menuju perbatasan Kaltim dan Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui jalur Murung Raya. Harum menegaskan, kondisi akses jalan yang buruk ini harus segera diatasi agar masyarakat di daerah pedalaman dan perbatasan dapat menikmati manfaatnya.

"Tadi saya sudah diskusi singkat dengan Pak Bupati Kubar. Kita akan tinjau ke lapangan. Saya akan pimpin langsung. Ini kondisi nyata yang harus kita hadapi. Akses jalan," tegas Gubernur Harum.

Selain itu, Gubernur Harum menekankan pentingnya dukungan terhadap Program Gratispol yang menyediakan pendidikan dan kesehatan gratis, serta pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di kabupaten dan kota untuk bergandengan tangan dalam membangun Kalimantan Timur yang lebih maju dan sejahtera.

"Saya berharap hasil sinergi kita bisa segera dinikmati manfaatnya oleh masyarakat. Termasuk warga kita yang ada di pedalaman dan perbatasan," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, mengungkapkan bahwa proyek mega Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di Kutai Barat (Kubar) akan terus berlanjut.

Jembatan yang akan menjadi akses vital menuju hulu Sungai Mahakam tersebut ditargetkan untuk tersambung pada tahun ini.

Seno Aji menyampaikan hal tersebut usai momen Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah, menyebutkan bahwa Pemprov Kaltim menganggarkan kelanjutan pembangunan jembatan tersebut.

“Kita anggarkan untuk tahun ini, kita sambung,” ungkapnya

(tim redaksi)

Berita terkait