Samarinda
Sedang tren

Milad ke-4 SIJAKA, Wali Kota Samarinda Beri Apresiasi

POJOKNEGERI.COM  – Puncak Perayaan Milad ke-4 Paguyuban Silaturahmi Jawa Kalimantan (SIJAKA) berlasung meriah.

Kegiatan ini berlangsung di GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda pada Jumat (28/11/2025) malam.

Beragam penampilan seni budaya Jawa yang memikat ribuan warga turut meriahkan acara tersebut.

Acara dibuka dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas bertambahnya usia paguyuban. Pemotongan tumpeng kemudian dilakukan sebagai simbol rasa syukur dan kekeluargaan di antara para anggota dan masyarakat yang hadir.

Panggung perayaan semakin semarak dengan penampilan kesenian tradisional, mulai dari kuda lumping hingga pagelaran wayang kulit yang menghadirkan dua dalang nasional. Selain itu, tiga bintang tamu lawak turut menghibur para penonton sepanjang acara.

Pemkot Samarinda Beri Apresiasi

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Pemerintah Kota Samarinda menyampaikan apresiasi tinggi kepada SIJAKA sebagai paguyuban yang dinilai konsisten memberikan kontribusi bagi pembangunan kota.

“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, kami menyampaikan salam dan penghormatan kepada SIJAKA yang telah berkonstribusi cukup lama, terus menerus, sama-sama membangun kota ini,” ucapnya.

Apresiasi itu ditujukan kepada Ketua Umum, jajaran pengurus, para sesepuh, tokoh masyarakat Jawa, serta seluruh anggota SIJAKA. Pemerintah menilai keberadaan paguyuban tersebut bukan sekadar wadah perkumpulan, melainkan ruang yang menyatukan berbagai latar belakang masyarakat.

“Di bumi etam Samarinda ini, kita semua datang dari berbagai daerah. Namun hati kita bertemu dalam satu ruang, yakni ruang persaudaraan,” katanya.

Miniatur Persatuan Indonesia

Dalam kesempatan itu, Andi Harun menegaskan bahwa SIJAKA merupakan gambaran nyata keberagaman yang harmonis di Kota Samarinda. Ia bahkan menyebut paguyuban tersebut sebagai miniatur persatuan Indonesia.

“Tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa SIJAKA adalah miniatur persatuan Indonesia. Jawa dan Kalimantan bertemu dalam satu harmoni,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa paguyuban tidak boleh menjadi pemisah antarwarga. Justru, kata dia, keberadaan SiJaka memberi pesan kuat bahwa organisasi kedaerahan harus menjadi perekat sosial yang memperkuat rasa persaudaraan.

“SiJaka menunjukkan bahwa paguyuban tidak boleh menjadi pemisah, tapi justru perekat kuat bagi persaudaraan kita,” tegasnya.

Kontribusi dalam Pemerintahan dan Ekonomi Rakyat

Pemerintah Kota Samarinda juga mengakui kontribusi signifikan warga asal Jawa yang tergabung dalam SIJAKA. Banyak anggota paguyuban yang dipercaya publik memimpin lembaga pemerintahan.

“Termasuk warga Samarinda asal Jawa, telah memberikan sumbangsih dalam pembangunan birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Bahkan ketua umumnya sendiri saat ini menjadi Wakil Wali Kota Samarinda,” katanya.

Selain itu, SIJAKA juga berperan dalam penguatan UMKM, ekonomi kerakyatan, dan pelestarian budaya gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Samarinda.

Menurut Andi Harun, pembangunan Samarinda tidak ditentukan oleh status pendatang atau tuan rumah, melainkan oleh semangat gotong royong sebagai satu keluarga besar.

“Samarinda tumbuh karena kita membangun, bukan karena pendatang atau tuan rumah. Tapi Samarinda tumbuh sebagai keluarga sebangsa dan setanah air,” ujarnya.

Saefuddin Zuhri: Kolaborasi Kunci Membangun Kota

Ketua Umum SIJAKA yang juga Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas masyarakat dalam membangun kota.

“Tentunya kolaborasi satu adalah kebersamaan antara pemerintah kota dengan masyarakat, termasuk Paguyuban SIJAKA,” ujarnya.

Saefuddin menilai SiJaka dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah untuk menciptakan kota yang aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga.

“Gimana Kota Samarinda bisa kita majukan bersama-sama. Sosialnya dapat, lingkungannya baik, dan pemerintah kota bisa berjalan bersih, aman, dan nyaman,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen paguyuban dalam mendukung sektor pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Pendidikan dan kesehatan itu harus kita usahakan bersama-sama,” katanya.

Sebelum malam puncak, SIJAKA juga menggelar sejumlah kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat Samarinda, seperti donor darah, bakti sosial, dan lomba karaoke. Kegiatan tersebut menunjukkan komitmen SIJAKA untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“SiJaka bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk memberi. Karena itu, setiap tahun kami selalu menyertakan agenda sosial agar masyarakat bisa merasakan kehadiran kami secara langsung,” ujar Saefuddin.

(*)

Artikel Terkait

Back to top button