KPK OTT di BNPB, 14 Orang Ditangkap dan Uang Rp1,4 Miliar Disita

POJOKNEGERI.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13/10) malam. KPK...

00:00 / 04:32 1×
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (13/10) malam. KPK menduga operasi tersebut berkaitan dengan penyalahgunaan dana kebencanaan melalui pengadaan barang dan jasa.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut tim penyidik mengamankan sejumlah pejabat BNPB dan pihak swasta. Salah satu pejabat yang diamankan ialah Sekretaris Utama BNPB. Tim juga menangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta sejumlah pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

“Tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama, kemudian PPK dan juga pihak-pihak lain termasuk dari unsur swasta,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo, Selasa (13/10).

KPK Sita Uang Tunai dan Emas

Dalam operasi tersebut, KPK turut menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia. Berdasarkan penghitungan awal, tim penyidik menemukan uang tunai senilai sekitar Rp1,4 miliar.

“Selain mengamankan sejumlah pihak, tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai dan juga logam mulia emas. Untuk uang tunai, hitungan awal oleh tim senilai sekitar Rp1,4 miliar,” kata Budi.

Selain uang tunai, penyidik juga mengamankan emas dalam beberapa bentuk. Barang bukti tersebut mencakup emas batangan dan tabungan emas. Namun, KPK masih menghitung jumlah keseluruhan logam mulia yang ditemukan dalam operasi itu.

“Untuk logam mulia, beberapa dalam bentuk emas batangan, beberapa dalam bentuk tabungan emas. Untuk jumlahnya masih diproses tim,” kata Budi.

KPK Dalami Dugaan Penyalahgunaan Dana Bencana

KPK masih memeriksa seluruh pihak yang diamankan untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dalam perkara tersebut. Penyidik juga mendalami kemungkinan penyalahgunaan dana siap pakai yang BNPB gunakan untuk penanganan kebencanaan.

Budi menjelaskan, penyelidikan sementara mengarah pada dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk kegiatan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan.

“Ini masih kami akan dalami, bahwa kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB. Di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan,” kata Budi kepada wartawan.

KPK Gelar Ekspose Perkara

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, KPK segera menggelar ekspose perkara untuk membahas hasil OTT tersebut. KPK akan menyampaikan perkembangan dan penjelasan resmi setelah proses pembahasan internal selesai.

“Kita juga sedang melakukan pendalaman, dan malam ini juga kita akan tentunya melakukan rapat dan yang lainnya,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Yogyakarta, Selasa (13/10).

“Nanti akan dijelaskan lebih lanjut, lebih jelas setelah kita melakukan ekspose dan nanti akan disampaikan secara resmi di konferensi pers,” sambungnya.

KPK belum memaparkan secara terperinci konstruksi perkara maupun peran masing-masing pihak. Penyidik masih mendalami temuan dalam operasi tersebut sebelum menyampaikan hasilnya secara resmi kepada publik.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram