Komentari Soal Putin, Menhan Inggris John Healey Jadi Sorotan

POJOKNEGERI.COM – Menteri Pertahanan Inggris John Healey menjadi sorotan global setelah menyampaikan pernyataan saat kunjungan ke Kyiv, Ukraina, pada Jumat (9/1/2026) waktu setempat.
Healey mengatakan bahwa jika diberi pilihan dalam skenario hipotetis, ia akan menahan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk dimintai pertanggungjawaban terkait dugaan kejahatan perang dalam konflik yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
Pernyataan Healey itu dipublikasikan oleh media Kyiv Independent dan kemudian dilaporkan oleh sejumlah media internasional. Pernyataan tersebut muncul saat Healey berada di lokasi bangunan residensial yang rusak akibat serangan rudal dan drone Rusia di Kyiv, sebagai bagian dari kunjungannya ke ibu kota Ukraina.
“Menahan Putin untuk Pertanggungjawaban”
Healey menjawab pertanyaan wartawan mengenai pemimpin dunia mana yang akan ia pilih untuk “ditahan” jika memiliki kesempatan, dengan menyebut Putin sebagai targetnya. Ia menyatakan bahwa pilihan itu didasari oleh beberapa insiden yang ia lihat sendiri, termasuk kekejaman yang dilaporkan di Bucha dan kasus dugaan penculikan anak-anak Ukraina.
Dalam wawancara yang dirilis, Healey mengatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan pada infrastruktur sipil dan serangan terhadap warga sipil merupakan alasan mengapa ia berpandangan bahwa Putin harus ditahan dan dihadapkan pada proses hukum. Ia juga menegaskan bahwa dukungan Inggris untuk Ukraina tetap kuat dalam kerangka penanggulangan perang dan upaya menuju perdamaian jangka panjang.
Pernyataan ini dinyatakan sebagai jawaban hipotetis, bukan pengumuman kebijakan resmi Inggris untuk melakukan operasi penahanan terhadap Putin.
Reaksi Rusia atas Pernyataan Healey
Pernyataan Healey langsung mendapat respons dari Moskow. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengecam komentar tersebut dan menyebutnya sebagai “fantasi cabul” yang menurut pihaknya mencerminkan degradasi etika politik Barat. Pernyataan ini dilaporkan oleh media Rusia dan beberapa kantor berita internasional.
Kementerian luar negeri Rusia juga membantah tuduhan yang diarahkan kepada Putin, termasuk klaim soal penculikan anak-anak Ukraina, yang telah dibantah oleh otoritas Moskow. Namun, tanggapan resmi dari Kremlin atas pernyataan Healey masih terbatas pada komentar juru bicara dan media pemerintah.
Belum Ada Klarifikasi Pemerintah Inggris
Sampai berita ini ditulis, pemerintah Inggris belum secara resmi mengklarifikasi apakah pernyataan Healey mencerminkan sikap resmi kebijakan luar negeri atau aspek pribadi dalam menanggapi pertanyaan media. Beberapa analis menyebut pernyataan tersebut sebagai jawaban spontan dalam konteks wawancara, namun berpotensi menimbulkan kesan serius di mata publik internasional.
Pernyataan Healey ini muncul di tengah pekan ketegangan baru di Eropa, saat Ukraina menghadapi serangan rudal dan drone dari Rusia dan dukungan militer dari negara-negara Barat terus menguat. Sementara itu, Inggris telah mengalokasikan dana dan sumber daya untuk kesiapan militer serta dukungan kepada Ukraina, termasuk dalam kemungkinan misi penjaga perdamaian multinasional di masa depan.
Menariknya, komentar Healey juga berhubungan dengan perkembangan hukum internasional sebelumnya. Pada Maret 2023, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) memang menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Vladimir Putin sehubungan dengan dugaan deportasi paksa sejumlah anak Ukraina dari wilayah yang dikendalikan Rusia. Surat perintah ini ditujukan untuk mendukung pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional.
Namun penerapan surat perintah itu sangat bergantung pada kerja sama negara-negara anggota ICC dan tidak secara langsung memberikan kewenangan satu negara untuk menahan kepala negara lain di luar proses peradilan internasional yang berlaku.
Reaksi Media dan Publik Internasional
Pernyataan Healey mendapat liputan luas di sejumlah media Barat dan Ukraina, di mana komentarnya dikaitkan dengan tekanan moral dan tekanan terhadap Rusia terkait konflik di Ukraina. Beberapa analis menilai pernyataan tersebut mencerminkan frustasi atas berlanjutnya perang dan serangan terhadap warga sipil.
Namun, pihak lain mengingatkan bahwa bahasa semacam itu, terutama terkait “penahanan” seorang kepala negara, dapat memperkeruh ketegangan diplomatik jika dibaca di luar konteks wawancara media. Ahli hubungan internasional menekankan pentingnya menyampaikan pernyataan publik yang jelas mengenai batasan politik dan hukum di panggung global.
Dampak Terhadap Hubungan Diplomatik
Sejauh ini, pernyataan Healey belum memicu perubahan kebijakan resmi Inggris terhadap Rusia, dan pemerintah Inggris tetap menyatakan dukungannya kepada Ukraina melalui bantuan militer dan diplomatik seperti yang telah diumumkan sebelumnya. Pemerintah Rusia juga belum merespons dengan langkah diplomatik formal seperti pemanggilan duta besar atau sanksi balasan spesifik terkait komentar ini — meskipun sindiran tajam dari juru bicara mereka mencerminkan ketegangan retoris yang meningkat.
Pernyataan ini juga terjadi setelah beberapa negara sekutu meningkatkan dukungan militer kepada Ukraina, termasuk pengembangan kemampuan untuk pertahanan udara dan modernisasi persenjataan, seperti pengumuman Inggris terkait dukungan teknologi militer terhadap Ukraina.
Ringkasan: Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan secara hipotetis ia akan menahan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk dimintai pertanggungjawaban atas dugaan kejahatan perang jika diberi kesempatan. Pernyataan itu dibuat saat ia di Kyiv dan dikaitkan dengan insiden peperangan di Ukraina. Moskow mengecam komentar tersebut, sementara pemerintah Inggris belum mengeluarkan klarifikasi resmi.
(*)
