Ketegangan Iran-Israel, Operasi Rahasia Mosad Jadi Sorotan

POJOKNEGERI.COM – Ketegangan antara Israel dan Iran kembali mencuri perhatian internasional setelah konflik terbuka dan gelombang demonstrasi melanda sejumlah wilayah Iran. Perang singkat antara Iran dan Israel yang berlangsung hampir dua pekan memperburuk situasi keamanan dan stabilitas politik kawasan. Demonstrasi di Iran yang berujung kerusuhan menekan pemerintahan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Analis menilai kombinasi konflik eksternal dan gejolak internal membuka ruang lebih besar bagi aktivitas intelijen asing.
Israel memiliki rekam jejak panjang melakukan operasi rahasia terhadap Iran, terutama terkait program nuklir dan pengembangan sistem persenjataan strategis. Selama bertahun-tahun, Tel Aviv menargetkan ilmuwan, infrastruktur militer, serta jaringan logistik yang mengancam keamanan nasional Israel.
Spekulasi mengenai keterlibatan intelijen asing kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyampaikan pernyataan keras yang mengisyaratkan kesiapan Washington mengambil langkah militer terhadap Iran. Pernyataan tersebut menekan Teheran secara politik dan psikologis di tengah situasi yang tidak stabil.
Pernyataan Pihak Israel
Sejumlah pejabat Israel turut menarik perhatian publik. Menteri Warisan Budaya Israel dari kubu sayap kanan, Amichai Eliyahu, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa Israel memahami kondisi di dalam Iran.
“Ketika kami menyerang Iran selama operasi ‘Rising Lion’, kami berada di wilayahnya dan tahu bagaimana mempersiapkan serangan. Saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami memiliki beberapa orang yang beroperasi di sana saat ini,” ujar Eliyahu. Meski demikian, ia tidak secara terbuka mengklaim adanya upaya Israel menggulingkan pemerintahan Iran.
Channel 14, media Israel yang dekat dengan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melaporkan bahwa “agen asing” mempersenjatai sebagian demonstran di Iran. Kondisi itu memicu bentrokan yang menyebabkan korban di pihak pasukan keamanan. Laporan ini belum dapat pastikan kebenarannya secara independen.
Pembunuhan Terarah dan Operasi Presisi
Mossad kerap menggunakan metode pembunuhan terarah terhadap target bernilai tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah ilmuwan nuklir Iran tewas dalam serangkaian insiden yang masih menyisakan tanda tanya.
Nama Mossad kembali mencuat setelah pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, tewas saat menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Juli 2024. Israel tidak pernah mengonfirmasi keterlibatan secara resmi, tetapi banyak pengamat internasional menilai operasi tersebut menunjukkan tingkat infiltrasi intelijen yang tinggi.
Selain itu, Israel menyusup ke jaringan keamanan Iran sebelum konflik militer pada Juni lalu. Israel meluncurkan serangan menggunakan drone yang diduga dirakit dan dioperasikan dari dalam wilayah Iran sendiri. Kemampuan tersebut menunjukkan kecanggihan operasi intelijen dan logistik lintas batas.
Operasi Senyap di Balik Layar
Pakar intelijen Israel, Ahron Bregman dari King’s College London, menilai Mossad beroperasi dengan gaya senyap dan minim pernyataan publik.
“Asumsi saya adalah Mossad aktif di Teheran di balik layar,” kata Bregman, seperti dikutip Al Jazeera. “Ada instruksi yang jelas untuk tidak berbicara dan tidak terlihat terlibat dengan cara apa pun.”
Menurut Bregman, krisis justru memudahkan operasi intelijen. Pembatasan internet dan kondisi keamanan yang tidak menentu membuat informasi dari lapangan menjadi sangat berharga.
“Dalam kondisi seperti sekarang, agen di lapangan dapat memberikan laporan langsung mengenai situasi di jalanan, sesuatu yang sulit diperoleh melalui sumber terbuka,” ujarnya.
Dugaan Memanfaatkan Gelombang Protes
Sejumlah analis menilai kohesi internal Iran melemah akibat tekanan ekonomi, sanksi internasional, serta gelombang protes dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini menciptakan celah bagi masuknya pengaruh asing, termasuk operasi intelijen.
Analis pertahanan Hamze Attar menilai Israel kemungkinan besar memanfaatkan kondisi tersebut.
“Saya akan sangat terkejut jika agen-agen Israel tidak aktif di Iran saat ini,” kata Attar. “Mereka berupaya memastikan protes ini terus berlangsung dan meningkat.”
Namun, Attar menekankan bahwa dukungan tersebut tidak selalu berbentuk intervensi langsung. Menurutnya, fokus utama justru pada penguasaan narasi dan penyebaran informasi.
“Publisitas dan akses informasi menjadi kunci. Ketika masyarakat dapat melihat dan membagikan apa yang terjadi, tekanan terhadap pemerintah akan meningkat,” ujarnya.
Sikap Iran dan Israel
Pemerintah Iran terus membantah adanya infiltrasi intelijen asing dalam skala besar. Teheran menuding pihak luar berupaya mengganggu stabilitas nasional dan memanfaatkan situasi domestik untuk kepentingan geopolitik.
Israel mempertahankan sikap ambigu, tidak mengonfirmasi maupun membantah berbagai tudingan. Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, isu operasi rahasia Mossad di Iran diperkirakan akan terus menjadi perhatian dunia internasional.
(*)
