Kemenangan Madrid Atas Benfica Diwarnai Rasisme Terhadap Vinícius Júnior

POJOKNEGERI.com – Laga leg pertama playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026 antara Benfica dan Real Madrid di Estádio da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Madrid.
Namun, kemenangan itu ternoda oleh insiden rasisme yang menimpa bintang Brasil Vinícius Júnior.
Gol tunggal kemenangan Madrid datang dari Vinícius. Dan ia merayakannya dengan tarian di pojok lapangan.
Aksi Vinicius tersebut mendapat respons negatif dari pemain Benfica. Gianluca Prestianni berdebat dengan Vinicius, lalu dilaporkan mengejeknya dengan sebutan “monyet”.
Wasit François Letexier segera menerapkan protokol anti-rasisme UEFA. Dan pertandingan sempat terhenti sekitar 10 menit karena Madrid sempat menolak melanjutkan laga.
Dalam unggahan di media sosialnya usai pertandingan, Vinicius Junior menyebut pemain Benfica Gianluca Prestianni pengecut karena meledeknya monyet sembari menutup mulutnya dengan jersey.
“Apakah para rasis, di atas segalanya, adalah orang-orang yang lemah? Apakah mereka perlu memasukkan kaos ke mulut mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka?” kata Vinicius di Instagram usai jadi korban rasisme pada Rabu (18/2) dini hari WIB.
“Namun, mereka memiliki perlindungan dari pihak lain yang secara teoritis berkewajiban untuk menghukum apa yang terjadi hari ini. Ini adalah hal baru dalam hidup saya dan keluarga saya,” ucap Vinicius.
Pernyataan Mbappe
Rekan setim Vinicius Junior, mengungkap bahwa pemain Benfica Gianluca Prestianni telah menyebut Vinicius Junior ‘monyet’ sebanyak lima kali.
Mbappe mengaku mendengar langsung Prestianni menyebut Vinicius ‘mono’ yang artinya monyet.
“[Prestianni] menyebut Vinicius sebagai monyet lima kali, saya melihatnya. Saya tidak bisa membiarkan hal-hal seperti ini begitu saja. Dia pemain muda, bagaimana bisa dia mengatakan hal-hal seperti itu di lapangan sepak bola? Kami akan pergi, itu keputusan tim,” kata Mbappe seperti pemberitaan The Guardian.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi dan kemudian kami kembali. Orang seperti ini bukanlah rekan setim, dia seharusnya tidak bermain di Liga Champions lagi,” kata Mbappe soal ulah tak terpuji Prestianni.
Prestianni Membantah
Prestianni memberikan klarifikasi usai dirinya diduga berkata rasialis kepada pemain Real Madrid Vinicius Junior di play-off babak 16 besar Liga Champions 2026.
“Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak melontarkan hinaan rasial kepada pemain Vinicius Junior, yang sayangnya salah menafsirkan apa yang menurutnya ia dengar,” ucap Prestianni di Instagram Story pribadinya pada Rabu (18/2).
Prestianni mengklaim dirinya tidak pernah melakukan ucapan rasial kepada pemain manapun. Ia pun menyesali serangan ancaman yang diterimanya dari pemain Real Madrid.
“Saya tidak pernah bersikap rasial terhadap siapa pun, dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid,” kata Prestianni.
(*)
