Tonton Video Langsung Tanpa Membaca Berita
Internasional

Iran Klaim Tangkap Mata-mata Asing Terkait Mossad

POJOKNEGERI.COM – Di tengah gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Iran, Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa mereka menangkap seorang warga negara asing yang dituduh melakukan aktivitas spionase untuk badan intelijen Israel, Mossad. Otoritas Iran menyampaikan klaim tersebut pada Sabtu (waktu setempat).

Dalam pernyataan resminya, Organisasi Intelijen IRGC menyebut bahwa individu tersebut masuk ke Iran dengan tujuan melakukan kegiatan intelijen secara diam-diam. Menurut IRGC, aparat menangkap orang itu saat ia mengumpulkan informasi sensitif terkait situasi keamanan di Iran.

“Petugas menemukan bukti kuat terkait aktivitas spionase setelah memeriksa barang-barang pribadi dan lokasi persembunyian tersangka,” demikian pernyataan IRGC. Namun, otoritas Iran tidak merinci identitas, kewarganegaraan, maupun waktu pasti penangkapan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak luar belum mengonfirmasi klaim tersebut dan Israel belum memberikan tanggapan resmi. Pemerintah Iran juga belum merilis detail proses hukum yang akan dijalani tersangka.

Klaim Aktivitas Mossad di Iran

IRGC menegaskan bahwa penangkapan ini menunjukkan Mossad masih aktif membangun jaringan intelijen di dalam wilayah Iran. Otoritas Iran menyebut bahwa dalam beberapa tahun terakhir, mereka menangkap sejumlah individu yang dituduh sebagai agen Mossad dan menjatuhkan hukuman berat, termasuk hukuman mati.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan domestik akibat demonstrasi yang meluas sejak akhir Desember lalu. Pemerintah Iran berulang kali menuding pihak asing mencampuri gelombang protes tersebut, meski sejumlah kelompok oposisi dan aktivis HAM di luar negeri membantah tudingan itu.

Pengamat internasional menilai bahwa pemerintah Iran sering mengeluarkan klaim spionase dalam situasi krisis politik dan keamanan. Namun, keterbatasan akses informasi membuat pihak luar sulit memverifikasi tuduhan tersebut secara independen.

Selain mengumumkan penangkapan tersebut, IRGC dan militer Iran juga menyampaikan pernyataan keras terkait situasi keamanan di dalam negeri. Otoritas menuduh kelompok perusuh melakukan aksi kekerasan, termasuk merusak properti publik dan swasta di sejumlah kota.

Menurut klaim resmi, kerusuhan merusak gedung-gedung pemerintah, toko-toko swasta, kantor polisi, hingga tempat ibadah. Pemerintah Iran juga menyebut bahwa bentrokan selama beberapa hari terakhir menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil serta anggota pasukan keamanan.

Namun demikian, pemerintah tidak merinci jumlah korban jiwa maupun luka secara pasti. Kelompok aktivis dan organisasi hak asasi manusia menyampaikan angka berbeda, tetapi pembatasan akses media dan pemadaman internet di sejumlah wilayah membuat pihak luar sulit memverifikasi data tersebut secara independen.

Tudingan Dukungan Monarki

Dalam pernyataannya, pihak berwenang Iran menuding bahwa sebagian aksi kekerasan dilakukan oleh kelompok yang mendukung sistem monarki. Otoritas mengklaim kelompok tersebut memblokir jalan, menyerang kantor administrasi, serta melukai aparat keamanan.

Sebaliknya, sejumlah pengamat menyebut demonstrasi di Iran melibatkan spektrum masyarakat yang luas dengan latar belakang tuntutan beragam, mulai dari persoalan ekonomi hingga kebebasan sipil. Menurut mereka, tidak semua peserta unjuk rasa dapat disamakan dengan kelompok yang melakukan kekerasan.

Tentara Iran dalam pernyataan terpisah menyerukan masyarakat agar tetap waspada dan menjaga persatuan nasional. Militer mengimbau rakyat supaya tidak terprovokasi oleh apa yang mereka sebut sebagai “rencana jahat” untuk menciptakan ketidakstabilan di negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Tentara Iran juga menuding Amerika Serikat, Israel, dan kelompok-kelompok teroris bekerja sama untuk mengganggu keamanan Iran. Mereka mengaitkan tuduhan ini dengan kegagalan pihak-pihak tersebut dalam konflik bersenjata selama 12 hari pada Juni 2025 lalu.

Pernyataan tersebut kembali menegaskan posisi resmi pemerintah Iran yang memandang demonstrasi saat ini bukan semata persoalan domestik, melainkan bagian dari tekanan eksternal terhadap Teheran.

Pemantauan Keamanan Diperketat

Militer Iran menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan seluruh unsur pertahanan, termasuk IRGC dan aparat keamanan lainnya, untuk memantau pergerakan pihak-pihak yang mereka anggap sebagai ancaman. Mereka mengarahkan fokus pengamanan pada perlindungan infrastruktur strategis, fasilitas publik, dan kepentingan nasional.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka akan menindak tegas setiap upaya yang mereka nilai membahayakan keamanan negara. Namun, komunitas internasional dan organisasi HAM kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri dan memastikan perlindungan terhadap warga sipil serta proses hukum yang transparan.

Hingga kini, situasi di Iran masih berkembang dengan cepat. Pembatasan internet dan keterbatasan liputan media membuat pihak luar sulit memverifikasi klaim pemerintah maupun laporan aktivis.

Pengamat menilai bahwa penangkapan yang diklaim terkait spionase ini berpotensi memperkeruh situasi, baik di dalam negeri maupun dalam hubungan Iran dengan negara-negara lain di kawasan. Dunia internasional diperkirakan akan terus memantau perkembangan Iran di tengah ketegangan politik, keamanan, dan geopolitik yang meningkat.

(*)

Back to top button