Indonesia Buka Pintu Bantuan Asing untuk Padamkan Karhutla

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan negara lain untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah. Presiden Prabowo...

00:00 / 04:32 1×
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan negara lain untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.

Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui tawaran bantuan internasional, sementara pemerintah mulai membahas mekanisme pelaksanaannya melalui jalur teknis.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir atau Tata menyampaikan perkembangan tersebut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (15/10).

Menurut dia, pembahasan bantuan kini melibatkan instansi terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Bapak Presiden (Prabowo) juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya, dan juga ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis, ya. Jadi ini kan level teknisnya adalah BNPB,” kata dia.

ASEAN Pantau Ancaman Kabut Asap

Selain membuka peluang bantuan internasional, pemerintah Indonesia juga menjalankan mekanisme regional untuk menangani kabut asap lintas batas.

Negara-negara anggota ASEAN memiliki wadah koordinasi melalui ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THP).

Mekanisme tersebut mengatur sejumlah kriteria dan kewajiban yang harus dipenuhi negara anggota ketika kabut asap lintas batas melanda kawasan Asia Tenggara.

Tata menegaskan Indonesia telah memenuhi kewajiban pelaporan secara berkala. Pemerintah juga membagikan data mengenai kondisi karhutla, perkembangan situasi, serta langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan.

“Dan ini, Indonesia telah memenuhi semua kewajiban-kewajiban pelaporan secara reguler, ya,” ujar Tata.

“Jadi kita sudah men-share [membagikan] semua data-data kita, apa langkah-langkah yang kita lakukan, situasinya, perkembangannya. Dan dari laporan yang terakhir saya dapatkan, ya, bahwa ada kemajuan, ya.”

Sejak Agustus, Sekretariat ASEAN yang bertindak sebagai kantor interim ACC THP telah menetapkan status siaga 3 terkait kabut asap lintas batas di kawasan Asia Tenggara.

Cuaca Jadi Tantangan Penanganan

Di dalam negeri, pemerintah mengerahkan ribuan personel untuk memadamkan api di berbagai titik karhutla. Petugas juga mengoperasikan helikopter dan pesawat untuk melakukan pengeboman air atau water bombing, serta menjalankan operasi modifikasi cuaca.

Tata menyebut Indonesia turut memperhatikan negara-negara di kawasan yang terdampak karhutla. Pemerintah, kata dia, telah melakukan berbagai langkah intensif untuk mengendalikan kebakaran.

“Namun, kembali lagi bahwa ini tantangannya sangat besar terutama dari aspek cuaca,” ungkap Tata.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram