Tonton Video Langsung Tanpa Membaca Berita
Internasional

Finlandia dan Swedia Tegaskan Dukungan ke Denmark di Tengah Polemik Greenland

POJOKNEGERI.COM –  Ambisi sepihak Amerika Serikat terkait Greenland memicu gelombang solidaritas kuat di kawasan Nordik. Finlandia dan Swedia secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Denmark, menyusul langkah Presiden AS Donald Trump yang menunjuk utusan khusus untuk mengambil alih pulau terbesar di dunia tersebut.

Pernyataan dukungan itu menegaskan sikap bersama negara-negara Nordik dalam mempertahankan prinsip kedaulatan dan keutuhan wilayah. Greenland, yang merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, kembali menarik sorotan internasional setelah AS menunjukkan niat untuk menjadikannya bagian dari kedaulatan Washington.

Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen menyampaikan sikap tegas pemerintahannya. Ia menekankan bahwa tidak ada negara mana pun yang bisa menentukan masa depan Greenland secara sepihak.

“Denmark dan Greenland sendiri yang boleh memutuskan urusan yang menyangkut mereka,” ujar Valtonen melalui pernyataan resminya di platform X, Selasa (23/12/2025).

Menurut Valtonen, kedaulatan tidak menjadi komoditas politik atau ekonomi yang dapat diperjualbelikan. Ia menegaskan bahwa Finlandia memandang isu Greenland sebagai persoalan prinsip yang menyangkut hukum internasional dan stabilitas kawasan.

Sentilan untuk Washington

Dalam pernyataannya, Valtonen juga mengingatkan Washington mengenai hubungan historis antara Denmark dan AS. Ia menyoroti peran Denmark sebagai sekutu setia yang selama ini berdiri bersama AS dalam berbagai operasi militer internasional, termasuk di Afghanistan dan Irak.

Denmark, kata Valtonen, menanggung kerugian besar, baik secara materiil maupun kehilangan nyawa, sebagai bagian dari komitmennya terhadap aliansi trans-atlantik. Oleh karena itu, ia menilai ironis apabila pihak yang selama ini menjadi mitra dekat justru mempertanyakan kedaulatan negara sekutu.

Nada serupa disampaikan oleh Swedia. Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard menegaskan bahwa Stockholm sepenuhnya berdiri di belakang Denmark.

“Swedia sepenuhnya berdiri di belakang negara tetangganya. Menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah menjadi prinsip dasar hukum internasional yang tidak bisa ditawar,” ujar Stenergard.

Menurutnya, penghormatan terhadap batas wilayah dan hak menentukan nasib sendiri membentuk fondasi hubungan antarnegara yang damai dan stabil, terutama di kawasan sensitif seperti Arktik.

Ambisi AS dan Ketegangan Baru

Ketegangan diplomatik ini mencuat setelah Presiden AS Donald Trump menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai Utusan Khusus AS untuk Greenland pada Minggu sebelumnya. Landry mengonfirmasi penunjukan tersebut dan menyatakan bahwa Washington berniat mengambil alih Greenland.

Trump berdalih bahwa penguasaan Greenland memiliki arti strategis bagi keamanan nasional AS. Ia menilai wilayah Arktik penting untuk membendung pengaruh China dan Rusia di kawasan tersebut.

Namun, langkah AS ini menimbulkan kekhawatiran serius di Kopenhagen. Situasi semakin sensitif karena Trump menolak memberikan jaminan bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mewujudkan ambisinya.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengaku terkejut dengan sikap agresif tersebut. Ia menyatakan akan segera memanggil Duta Besar AS untuk Denmark guna meminta penjelasan resmi terkait sikap dan langkah Washington.

Greenland dan Sikap Tegas Warganya

Di tengah dinamika geopolitik tersebut, rakyat Greenland tetap bersikap tegas. Mantan Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, kembali menegaskan posisi wilayah itu melalui pernyataan yang konsisten ia suarakan selama bertahun-tahun.

“Greenland tidak dijual dan tidak akan pernah dijual,” ujar Egede, sebuah slogan yang kini menjadi simbol sikap kolektif masyarakat Greenland.

Greenland sendiri telah mengalami perubahan status politik yang signifikan. Wilayah ini mengakhiri status koloninya pada 1953 dan memperoleh otonomi luas pada 2009. Meski masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, Greenland memegang kewenangan penuh dalam mengatur kebijakan domestik dan kehidupan internalnya.

Ujian Solidaritas Trans-Atlantik

Polemik Greenland kini menghadirkan ujian serius bagi solidaritas trans-atlantik dan stabilitas keamanan di kawasan Arktik. Sikap Finlandia dan Swedia menunjukkan bahwa negara-negara Nordik memilih berdiri bersama menghadapi tekanan eksternal yang mereka nilai bertentangan dengan prinsip kedaulatan.

Hingga kini, pihak AS belum menyampaikan pernyataan resmi lanjutan terkait respons atas dukungan terbuka Finlandia dan Swedia kepada Denmark. Namun, perkembangan ini menandai babak baru dalam dinamika geopolitik Arktik, dengan isu Greenland kembali menjadi titik krusial dalam hubungan internasional.

(*)

Back to top button