Sports

Ducati dan Marquez Belum Sepakati Kontrak, Finansial Jadi Kendala

POJOKNEGERI.com – Negosiasi kontrak baru antara Marc Marquez dan Ducati Lenovo Team memasuki fase krusial. Masa depan sang juara dunia bersama tim pabrikan asal Italia itu kini tinggal menunggu titik temu dalam hal finansial.

Kontrak Marquez bersama Ducati diketahui berlaku hingga akhir musim 2026. Setelah sukses mempersembahkan gelar MotoGP World Championship, peluang pembalap asal Spanyol tersebut untuk melanjutkan kerja sama terbuka sangat lebar. Secara performa, kolaborasi keduanya terbukti solid dan kompetitif.

Namun demikian, pembahasan kontrak anyar belum sepenuhnya rampung. Manajer kawakan MotoGP, Carlo Pernat, menyebut persoalan utama berada pada nilai kesepakatan.

Menurut Pernat, Marquez telah melalui periode penuh pengorbanan dalam dua musim terakhir demi kembali ke puncak performa. Kini, sebagai juara dunia, ia dinilai wajar menginginkan kontrak yang mencerminkan status dan kontribusinya.

“Kesepakatan itu akan tercapai jika mereka menemukan titik temu secara finansial. Dalam dua tahun terakhir dia telah mengorbankan banyak hal dan banyak uang untuk kembali ke level tertinggi. Sekarang, seperti semua juara, dia ingin mendapatkan imbalan yang sepadan,” ujar Pernat.

Lebih lanjut, Pernat menjelaskan bahwa format kontrak masih bisa bervariasi. Opsi satu musim dengan tambahan satu musim, kontrak satu tahun penuh, atau langsung dua tahun sekaligus, semuanya memungkinkan. Namun apa pun bentuknya, nominal nilai kontrak tetap menjadi faktor penentu.

“Menurut opini saya, ya, lebih ke masalah finansial. Karena jika kesepakatan satu [musim] plus satu [musim], itu adalah hal lain, kalau cuma satu tahun, itu beda lagi, kalau dua tahun langsung, itu hal lain lagi. Selalu uang yang jadi pertanyaan, ingat itu,” beber Pernat.

Potensi Sponsor

Kontrak baru Ducati dan Marquez tidak hanya menyangkut dua kubu saja, melainkan juga berpotensi terkait dengan sponsor. Kedekatan Marquez dengan salah satu minuman energi membuat Ducati bisa saja mendapat sponsor dari jenama yang tenar dengan lambang banteng merah.

Pernat menilai Red Bull bisa saja menjadi sponsor Ducati, menggeser Monster, pada 2027 jika Marquez masih di tim tersebut.

“Menurut pendapat saya, ya, karena dia sudah terlibat di motocross. Dan Marquez akan terus lanjut, juga karena sponsor seperti Monster, yang menghasilkan banyak uang, tida dapat mengabaikan pembalap yang menjadi pemenang.”

“Mereka bisa saja tetap diam dan memberi uang banyak atau Red Bull mendekati Ducati mulai 2027 dan setelahnya, juga karena kontrak dengan Monster berakhir pada 2026. Tetapi Red Bull tidak pernah mengkhianatinya, karena dia berhutang banyak kepada mereka sepanjang kariernya,” tukas Pernat.

Kontrak Hampir Rampung

Direktur Olahraga Ducati, Mauro Grassili, yang menyebut ada sejumlah detail penting yang masih memerlukan penyempurnaan sebelum pengumuman resmi perpanjangan kontrak Marc Marquez.

Grassili pun akhirnya membuka alasan di balik tertundanya pengumuman tersebut.

“Kami sudah sangat dekat, saya bisa mengatakan hampir rampung, tapi perpanjangan kontrak ini lebih rumit daripada kontrak pertamanya. Kami sedang menyempurnakan beberapa bagian yang awalnya kami abaikan, tapi arahnya sudah benar dan kesepakatan hampir tercapai,” ungkap Grassili kepada Moto.it.

Grassili menegaskan bahwa kompleksitas kontrak kali ini muncul karena posisi Marquez yang berbeda dari saat pertama kali bergabung. Marquez kini bukan sekadar pebalap baru di proyek Ducati, melainkan figur sentral dengan pengaruh besar terhadap arah teknis dan strategi tim.

Karena itu, Ducati harus memastikan setiap detail dalam kontrak benar-benar sesuai dengan kepentingan kedua belah pihak.

(*)

Back to top button