POJOKNEGERI.com – Keterbatasan air bersih yang membayangi warga Kota Samarinda mendorong DPRD mengusulkan pemanfaatan dana Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) sebagai solusi alternatif di tingkat lingkungan.
Langkah ini dinilai dapat memperkuat kemandirian masyarakat ketika pasokan air dari jaringan perpipaan mengalami kendala.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyebut ketersediaan air baku menjadi persoalan mendasar yang perlu segera ditangani.
Kemarau panjang akibat fenomena El Nino membuat sumber air baku PDAM berkurang drastis. Situasi tersebut diperparah intrusi air laut yang memengaruhi sumber air baku.
Sumur Bor dan Terminal Air Jadi Pilihan
Rohim mengusulkan agar pemerintah kota membuat diskresi terkait pemanfaatan dana Probebaya, sehingga anggaran yang telah tersedia bisa diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Saya mengusulkan agar pemerintah membuat kebijakan khusus terkait pemanfaatan dana Probebaya, mengingat anggaran tersebut sudah tersedia dan dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi persoalan air bersih,” ujarnya.
Ia menawarkan dua skema yang dapat dipertimbangkan. Pertama, pembangunan sumur bor agar masyarakat memiliki akses terhadap air baku secara mandiri.
Kedua, penyediaan terminal air bersih di titik-titik strategis dengan tandon berkapasitas sekitar 12.000 liter, lengkap dengan instalasi dan dudukannya.
Fasilitas tersebut nantinya dapat diisi melalui suplai PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada waktu tertentu.
Dengan begitu, setiap RT atau kelurahan diharapkan memiliki cadangan air untuk memenuhi kebutuhan warga.
Rohim menegaskan, kesulitan air bersih saat ini tidak semata-mata berkaitan dengan distribusi, melainkan juga keterbatasan air baku yang tersedia.
“PDAM tidak bisa sepenuhnya disalahkan, karena kondisi saat ini memang dipengaruhi sulitnya mendapatkan air baku,” katanya.
(advdprdsmd)




