Nasional

DPR RI Bentuk Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera

POJOKNEGERI.COM – Percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera terus diupayakan.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera dan menempatkan kantor pusatnya di Aceh.

Langkah ini memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat proses pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera di Aceh pada Selasa (30/12). Menurutnya, keberadaan Satgas di lokasi terdampak memudahkan pemantauan langsung sekaligus mempercepat komunikasi antarinstansi.

“Satgas Pemulihan Pascabencana yang DPR RI bentuk memang berkantor di lokasi ini. Dan kita harapkan nanti mungkin ada perwakilan dari kementerian dan lembaga masing-masing satu untuk ikut berkantor di sini,” ujarnya.

Efektivitas Koordinasi Lintas Instansi

Ia menekankan bahwa kehadiran perwakilan kementerian dan lembaga di satu lokasi yang sama membuat koordinasi lebih efektif.

Dengan begitu, setiap instansi dapat segera meng-update perkembangan tugas masing-masing, sehingga jelas fokus kerja dan langkah yang harus dilakukan.

Dasco menambahkan, rapat koordinasi ini menunjukkan komitmen DPR RI untuk memastikan seluruh proses pemulihan pascabencana berjalan terarah, terkoordinasi, dan fokus.

“Saya sampaikan kepada Pak Gubernur, tujuan kita melakukan rapat koordinasi ini supaya semua terkoordinasi dengan baik dan fokus,” tegasnya.

Pembentukan Satgas ini juga menegaskan keseriusan DPR RI dalam mengawal proses pemulihan pascabencana di Sumatera. Dengan adanya kantor pusat di Aceh, DPR RI berharap koordinasi lintas sektor dapat berlangsung cepat dan tepat, mengingat Aceh merupakan salah satu wilayah yang paling sering menghadapi bencana alam.

Selain itu, keberadaan Satgas di lapangan memudahkan pengawasan terhadap implementasi kebijakan pemulihan. DPR RI berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait mampu mengoptimalkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Langkah ini juga akan memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat terdampak bencana. Dengan koordinasi yang baik, instansi terkait dapat segera memenuhi kebutuhan dasar warga, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang rusak.

Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatera menjadi wujud nyata komitmen DPR RI dalam memastikan penanganan pascabencana tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan menyeluruh.

DPR Desak Gotong Royong Percepat Pemulihan

Sebelumnya, Anggota Komisi V DPR Fraksi Gerindra, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), meminta seluruh pihak bergotong royong mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Sumatera.

Ia menegaskan bahwa pemulihan jalan, jembatan, hingga sarana transportasi menjadi kunci utama untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Bencana alam yang terjadi di Sumatera membutuhkan respons bersama,” ungkap Danang Wicaksana dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Ia menekankan bahwa kerja sama lintas sektor harus segera terwujud agar masyarakat terdampak dapat kembali beraktivitas secara normal.

Danang menegaskan pemerintah pusat, TNI/Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat harus bergandengan tangan.

“Pemerintah pusat, TNI/Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat harus bergandengan tangan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur bisa berjalan cepat dan tepat sasaran,” sambungnya.

Ia juga menekankan percepatan pemulihan infrastruktur harus tetap mengedepankan kualitas dan transparansi. Menurutnya, pengawasan ketat perlu dilakukan agar anggaran negara benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Hal ini penting, kami mendapat informasi ada beberapa kendala di lapangan karena ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan sabotase dan menghambat pemulihan infrastruktur,” ungkapnya.

Danang menyinggung insiden hilangnya baut jembatan bailey di Aceh serta sejumlah kejadian lain yang berpotensi menghambat proses pemulihan.

Meski begitu, ia mengapresiasi peran aktif TNI-Polri dan para stakeholder yang terlibat langsung di lapangan.

“Gotong royong adalah jati diri bangsa. Dengan semangat saling mendukung, saya optimistis wilayah terdampak bencana di Sumatera dapat segera bangkit dan kembali beraktivitas secara normal,” pungkasnya.

Dengan pernyataan tersebut, Danang menegaskan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga soal menjaga kepercayaan publik melalui transparansi, pengawasan, dan semangat kebersamaan.

(*)

Back to top button