DPR Resmi Tetapkan Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI

POJOKNEGERI.COM – Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menggantikan Juda Agung yang sebelumnya mengundurkan diri. Keputusan ini DPR ambil setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang digelar secara terbuka.
Dalam proses seleksi, Thomas berhasil mengungguli dua kandidat lain. Dua kandidat itu yakni Dicky Kartikoyono (Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI) dan Solikin M. Juhro (Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI).
Ketua Komisi XI DPR, M. Misbakhun, menyampaikan bahwa keputusan melalui rapat internal komisi bersama perwakilan fraksi.
“Komisi XI DPR adakan rapat internal diawali rapat pimpinan komisi sebelas bersam delapan poksi yang hadir. Telah melakukan kesepakatan dalam rapat internal yang menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung, bapak Thomas Djiwandono,” tegas Misbakhun, Senin (26/1/2026)
Lantas siapa sosok Thomas Djiwandono?
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Thomas lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972 dan berasal dari keluarga yang memang sudah sangat dekat dengan dunia ekonomi dan pemerintahan.
Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (1993-1998). Sedangkan ibunya, Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, adalah kakak dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Sederhananya, Thomas adalah bagian dari keluarga besar Djojohadikusumo yang berpengaruh dalam bisnis dan politik Indonesia.
Soal pendidikan, Thomas menamatkan Sarjana Sejarah di Haverford College, Pennsylvania (AS) dan kemudian meraih Magister Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, D.C.
Perjalanan Karier
Mengutip catatan Kompas, Thomas memulai karier profesionalnya bukan dari bidang ekonomi secara langsung, tetapi sebagai wartawan magang Majalah Tempo (1993) dan kemudian bekerja di Indonesia Business Weekly (1994).
Selanjutnya, Thomas masuk ke dunia keuangan dengan bekerja sebagai analis keuangan di Whitlock NatWest Securities, Hong Kong (1996-1999), kemudian konsultan di Castle Asia (1999-2000).
Thomas bergabung dengan PT. Comexindo International, bagian dari Arsari Group, dan menempati berbagai posisi strategis termasuk Direktur Pengembangan Bisnis (2004-2008) sebagai awal langkahnya di dunia bisnis korporat.
Tak butuh waktu lama, ia mendapatkan posisi Deputi CEO (2008-2009), hingga CEO (2010-2024). Ia juga pernah menjabat Deputi CEO Arsari Group.
Dalam skena politik, Thomas aktif di Partai Gerindra sejak 2008 dan pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra (2014-2025) sebelum mengundurkan diri dari kepengurusan.
Ia juga terlibat dalam Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan saat masa transisi pemerintahan pada 2024.
Thomas mulai masuk ke pemerintahan saat jabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada 18 Juli 2024. Jabatan Deputi Gubernur BI yang ia raih saat ini jelas akan memperpanjang kariernya di pemerintahan.
(*)
