Samarinda

Disperkim Samarinda Tegaskan Proyek Playground Sesuai Prosedur

POJOKNEGERI.COM – Di tengah sorotan publik terkait proyek pembangunan taman bermain anak atau Playground di Kota Samarinda, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) angkat bicara untuk meluruskan dugaan mark up anggaran senilai Rp 2,3 miliar.

Proyek yang semula ditujukan untuk menghadirkan ruang publik ramah anak ini justru menuai kritik karena dianggap tidak sebanding dengan hasil fisik di lapangan.

Menjawab tudingan ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disperkim Samarinda, Novian Azwari, menegaskan bahwa proyek tersebut telah dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan teknis.

Ia menjelaskan, kegiatan itu merupakan bagian dari program pembangunan ruang publik ramah anak yang tersebar di beberapa titik di Kota Samarinda pada tahun anggaran 2023

 “Total nilai kontrak sekitar Rp 4,6 miliar untuk dua paket pekerjaan di 11 titik lokasi. Jadi rata-rata satu playground bernilai sekitar Rp 409 juta,” ujar Novian saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025)

Menurutnya, biaya tersebut tidak hanya mencakup alat permainan anak, tetapi juga sejumlah fasilitas pendukung seperti pagar pengaman, lantai karet, bangku taman, lampu penerangan, hingga logo identitas taman. Semua perencanaan, kata dia, telah melalui kajian teknis dan perbandingan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) agar sesuai dengan harga pa

“Tidak ada mark up dalam kegiatan ini. Semua sudah melalui mekanisme resmi dan pengawasan ketat dari pihak terkait,” tegas Novianti

Pengawasan Berlaku

Kepala Dinas Perkim Kota Samarinda, Herwan Rifai, juga memastikan bahwa pelaksanaan proyek playground tersebut dilakukan dengan pengawasan ketat dari berbagai pihak. Ia menyebut, proyek ini diawasi langsung oleh konsultan pengawas dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sejak tahap awal

“Pengawasan dilakukan berlapis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga serah terima. Selain itu, proses pengadaannya dilakukan melalui lelang terbuka, bukan penunjukan langsung,” ungkap Herwan

Herwan menambahkan, pihaknya juga melibatkan masyarakat sekitar dalam sosialisasi pembangunan agar warga memahami fungsi serta manfaat fasilitas tersebut. Disperkim, lanjut dia, berkomitmen untuk menghadirkan ruang publik yang aman dan ramah bagi anak-anak di seluruh wilayah k

“Anggaran yang digunakan bukan hanya untuk membeli alat bermain, tetapi juga untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anak-anak. Playground bukan sekadar tempat bermain, tapi juga ruang interaksi sosial dan rekreasi keluarga yang aman,” ujarnya

Warga Nilai Positif

Keberadaan taman bermain yang dibangun Disperkim tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku senang dengan hadirnya fasilitas publik baru yang dinilai aman dan representatif bagi anak-anak

Rina (34), warga Jalan P. Suriansyah, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, mengatakan bahwa taman bermain itu kini menjadi tempat favorit anak-anak di lingkungannya

“Dulu anak-anak sering main di jalan atau di lahan kosong. Sekarang sudah ada taman bermain dengan lantai empuk dan alat yang bagus, jadi lebih aman,” ucapnya

Hal serupa diungkapkan oleh Yusuf (42), warga Kelurahan Pelabuhan. Menurutnya, keberadaan playground baru tersebut membawa dampak sosial yang baik bagi lingkungan sekitar

“Sekarang setiap sore ramai anak-anak main. Warga juga sering kumpul di situ, jadi tambah hidup suasananya,” kata Yusuf

Dorong Ruang Publik Inklusif

Disperkim berharap kehadiran playground di berbagai titik kota dapat menjadi ruang publik yang inklusif, aman, dan bermanfaat bagi seluruh warga Samarinda. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Samarinda dalam mewujudkan kota yang ramah anak dan berkelanjutan

Herwan menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat, namun berharap tudingan yang beredar dapat dilihat berdasarkan data dan proses yang sebenarnya

“Kami sangat terbuka untuk diaudit, baik secara internal maupun eksternal. Namun perlu dipahami, proyek ini telah melalui mekanisme yang sah dan transparan,” tutur Herwan

Dengan adanya dukungan masyarakat, Disperkim optimistis keberadaan playground akan menjadi sarana penting dalam memperkuat interaksi sosial warga serta mendorong tumbuh kembang anak di lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

(*)

Back to top button