Di Tengah Kepungan Api Bromo, Lima Petugas dan Relawan Gugur 

POJOKNEGERI.com – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyisakan duka mendalam. Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra...

00:00 / 04:32 1×
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyisakan duka mendalam. Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dialaminya saat bertugas memadamkan api.

Kepergian Munawi menambah jumlah korban meninggal dunia dalam insiden karhutla di kawasan Bromo menjadi lima orang. Sebelumnya, empat petugas dan relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman juga meninggal dunia akibat peristiwa yang sama.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan kabar duka tersebut. Ia mengatakan Munawi mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

“Bapak Munawi, anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) yang turut mengambil bagian dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, telah berpulang setelah menjalani perawatan intensif,” ujar Rudijanta.

Terjebak Kepungan Api dan Asap Saat Bertugas

Munawi menjadi salah satu dari 12 petugas dan relawan yang berupaya memadamkan karhutla di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah L, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026).

Saat menjalankan tugas, Munawi mengalami luka bakar. Petugas kemudian menemukan dirinya dalam kondisi tak berdaya di tengah kepungan asap dan api sebelum membawanya ke RSUD Dr Soetomo untuk mendapatkan penanganan medis.

Tim medis memberikan perawatan intensif kepada Munawi. Namun, setelah beberapa hari menjalani perawatan, nyawanya tidak tertolong.

“Almarhum meninggal setelah dilakukan perawatan intensif pascapelaksanaan pemadaman kebakaran di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah L, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo,” pungkas Rudijanta.

Lima Petugas dan Relawan Gugur dalam Pemadaman

Sebelum Munawi meninggal dunia, kebakaran di kawasan Bromo atau TNBTS telah merenggut empat korban jiwa. Mereka merupakan bagian dari tim gabungan yang berusaha memadamkan api di titik pusubg Lingker, Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026).

Keempat korban tersebut terdiri atas dua petugas Balai Besar TNBTS, yakni Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33), serta Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19). Wisnu dan Sefriel diketahui bekerja sebagai karyawan hotel di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, seorang korban lainnya, Suraji (40), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo. Ia mengalami luka bakar ketika berupaya membantu memadamkan api.

Insiden ini menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi petugas dan relawan ketika berusaha mengendalikan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

TNBTS Sampaikan Penghormatan dan Duka Mendalam

Rudijanta menyebut kepergian Munawi menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan kerja, jajaran TNBTS, dan masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, para petugas dan relawan telah menunjukkan kepedulian serta keberanian dalam menghadapi risiko selama menjalankan upaya pemadaman.

“Kepergian beliau menjadi kehilangan bagi keluarga, rekan-rekan, dan semua yang pernah berjalan bersama dalam upaya menjaga kawasan,” ujarnya.

“Di balik setiap upaya pemadaman, ada orang-orang yang dengan kepedulian dan keberaniannya mengambil bagian dalam menghadapi risiko demi keselamatan bersama,” imbuhnya.

Jajaran Balai Besar TNBTS juga memberikan penghormatan terakhir kepada seluruh korban yang gugur saat menjalankan tugas. Mereka mengenang pengabdian para korban dalam upaya menangani kebakaran dan menjaga kawasan taman nasional.

“Terima kasih, Bapak Munawi, atas kepedulian dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga segala kebaikan almarhum menjadi amal yang terus mengalir. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ucap Rudijanta.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram