Tonton Video Langsung Tanpa Membaca Berita
Internasional

China Kecam Video Perekrutan CIA Berbahasa Mandarin, Janji Ambil Langkah Tegas

POJOKNEGERI.com – Pemerintah China mengecam keras video perekrutan yang dirilis Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dalam bahasa Mandarin dan menyatakan akan mengambil langkah tegas untuk melawan infiltrasi serta sabotase kekuatan asing.

Pernyataan itu muncul setelah CIA mengunggah video melalui platform YouTube yang mereka tujukan kepada personel militer China. Video tersebut mendorong perwira dan prajurit Tiongkok untuk membocorkan informasi sensitif terkait kepemimpinan, militer, maupun teknologi negara tersebut.

Mengutip laporan RT.com pada Jumat (14/2/2026), Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil seluruh langkah tegas untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan nasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa Beijing tidak akan tinggal diam terhadap upaya sebagai bentuk infiltrasi dari kekuatan asing.

“China akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas memerangi infiltrasi dan aktivitas sabotase dari kekuatan anti-China asing dan secara tegas melindungi kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan,” kata Lin Jian kepada wartawan ketika dimintai tanggapan terkait video tersebut.

Menurut Lin, tindakan itu tidak hanya mencederai hubungan bilateral, tetapi juga berpotensi memperburuk ketegangan antara kedua negara. Ia menekankan bahwa pemerintah China berkomitmen kuat untuk menjaga stabilitas nasional serta melindungi institusi militer dan teknologi strategis dari campur tangan asing.

Isi Video Perekrutan

Video berbahasa Mandarin yang CIA rilis menampilkan narasi yang mendorong anggota militer dan pejabat China untuk berbagi informasi internal.

Dalam video itu, CIA mengajak individu yang memiliki akses terhadap informasi penting untuk menghubungi lembaga tersebut secara rahasia. Langkah ini termasuk strategi perekrutan intelijen yang secara terbuka menarget aparat negara asing.

CIA belum memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan spesifik peluncuran video tersebut, namun pengamat menilai langkah itu sebagai bentuk pendekatan langsung terhadap sumber potensial di dalam struktur negara China.

Ketegangan Amerika Serikat-China

Hubungan antara Amerika Serikat dan China dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan ketegangan di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, hingga keamanan kawasan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya menerapkan sejumlah kebijakan yang memperketat sikap terhadap Beijing, termasuk membatasi teknologi dan menjatuhkan sanksi ekonomi. Langkah CIA merilis video perekrutan dalam bahasa Mandarin menandai sinyal meningkatnya persaingan intelijen antara kedua negara.

Persaingan itu berlangsung tidak hanya di ranah diplomatik dan ekonomi, tetapi juga dalam bidang keamanan dan pengumpulan informasi strategis.

Pemerintah China menilai tindakan itu sebagai provokasi yang berpotensi merusak stabilitas hubungan bilateral.

Lin Jian menegaskan bahwa Beijing terus meningkatkan upaya pengamanan internal dan memperkuat sistem pertahanan terhadap infiltrasi asing. “China memiliki kemampuan dan tekad untuk melindungi keamanan nasionalnya,” ujar Lin.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah China akan merespons setiap tindakan yang merugikan kepentingannya sesuai hukum dan kebijakan yang berlaku.

Analisis Pengamat

Sejumlah analis hubungan internasional menilai bahwa insiden ini dapat memperdalam jurang ketidakpercayaan antara Washington dan Beijing. Strategi perekrutan intelijen secara terbuka melalui media digital termasuk pendekatan yang jarang berlaku secara eksplisit terhadap negara dengan kekuatan militer besar seperti China.

Langkah itu dapat memicu Beijing untuk memperkuat pengawasan internal atau mengambil tindakan diplomatik tertentu. Namun, hingga kini kedua negara belum menandai adanya eskalasi terbuka di luar pernyataan resmi.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Asia-Pasifik. Kedua negara memainkan peran utama dalam dinamika keamanan regional, termasuk isu Laut China Selatan, Taiwan, dan aliansi strategis di kawasan.

Jika ketegangan meningkat, negara-negara lain di kawasan kemungkinan merasakan dampaknya, terutama dalam aspek keamanan dan ekonomi. Meski demikian, para pengamat menilai bahwa kedua pihak masih berupaya menjaga jalur komunikasi agar persaingan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Hingga berita ini diterbitkan, CIA belum memberikan pernyataan resmi tambahan terkait respons China. Belum diketahui pula apakah CIA merancang video tersebut sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas atau hanya inisiatif terbatas.

Sementara itu, pemerintah China menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional. Ketegangan terbaru ini kembali menyoroti kompleksitas hubungan antara dua kekuatan besar dunia yang saling bersaing di berbagai bidang strategis.

Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons diplomatik kedua belah pihak dalam beberapa waktu ke depan.

(*)

Back to top button