Bandara APT Pranoto Matangkan Persiapan Rute Internasional Perdana

POJOKNEGGERI.COM – Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto terus mematangkan berbagai persiapan guna melayani rute internasional perdana yang mulai beroperasi pada Februari 2026.
Langkah ini sebagai tonggak penting dalam pengembangan konektivitas udara Kalimantan Timur dengan kawasan regional Asia Tenggara.
Pengelola Bandara APT Pranoto saat ini fokus menyelesaikan sejumlah aspek krusial, mulai dari penataan infrastruktur terminal, kesiapan sumber daya manusia, hingga penguatan koordinasi dengan instansi terkait seperti Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, serta maskapai penerbangan. Seluruh persiapan tersebut untuk memastikan layanan penerbangan internasional dapat berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan yang berlaku.
Kepala Seksi Teknik dan Operasi Bandara APT Pranoto, Murdoko, mengatakan bahwa secara prinsip bandara telah siap melayani penerbangan lintas negara. Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat Kalimantan Timur, baik untuk kepentingan bisnis, pendidikan, maupun perjalanan keagamaan, menjadi salah satu faktor pendorong utama rute internasional langsung dari Samarinda.
“APT Pranoto pada dasarnya sudah siap. Kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara terus meningkat, dan penerbangan internasional langsung akan memberikan kemudahan serta efisiensi waktu,” ujar Murdoko, Sabtu (24/1/2026).
Penataan Zona Khusus Internasional
Dari sisi infrastruktur, pengelola bandara tengah merampungkan penataan zona khusus penerbangan internasional. Area ini mencakup ruang keberangkatan dan kedatangan penumpang internasional yang dipisahkan dari penerbangan domestik. Penyesuaian juga pada loket imigrasi, area pemeriksaan dokumen perjalanan. Serta pengaturan alur pergerakan penumpang agar sesuai dengan ketentuan penerbangan internasional.
Menurut Murdoko, penyekatan ruang tunggu dan kelengkapan administrasi penunjang telah hampir siap dan saat ini berada pada tahap akhir. Ia memastikan bahwa fasilitas utama untuk mendukung penerbangan internasional sudah tersedia dan siap.
“Penyekatan area, alur penumpang, serta fasilitas pendukung lainnya sudah kami siapkan. Secara teknis dan administratif, semua mengarah pada kesiapan operasional,” jelasnya.
Terkait rute internasional perdana, Murdoko mengungkapkan bahwa maskapai Lion Air telah menyatakan rencana membuka penerbangan langsung dari Samarinda menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Pada tahap awal, frekuensi penerbangan satu kali dalam sepekan sebagai langkah penjajakan pasar.
“Biasanya maskapai akan melihat respons pasar terlebih dahulu. Kalau animo penumpang tinggi dan tingkat keterisian pesawat bagus, tentu frekuensi penerbangan bisa tingkatkan,” kata Murdoko.
Potensi Pasar dan Dampak Ekonomi
Rute Samarinda–Kuala Lumpur karena memiliki potensi penumpang yang cukup besar. Selain menjadi tujuan wisata dan bisnis, Kuala Lumpur juga merupakan salah satu hub internasional yang dapat menghubungkan penumpang dari Samarinda ke berbagai negara lain.
Pembukaan rute internasional ini juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Akses penerbangan langsung akan memperkuat sektor pariwisata, perdagangan, serta investasi di Kalimantan Timur. Selain itu, masyarakat tidak lagi harus transit melalui bandara lain di luar provinsi untuk melakukan perjalanan ke luar negeri.
Murdoko menargetkan seluruh proses persiapan dapat selesai tepat waktu sehingga penerbangan internasional perdana bisa mulai beroperasi pada Februari 2026. Bahkan, tidak menutup kemungkinan rute tersebut dapat masyarakat manfaatkan pada periode tertentu dengan tingkat mobilitas tinggi, seperti menjelang atau sesudah hari raya.
“Mudah-mudahan Februari sudah bisa berjalan. Kalau memungkinkan, tentu ini akan sangat membantu masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri, termasuk saat musim libur atau hari besar keagamaan,” ujarnya.
Penyesuaian Tata Ruang Terminal
Di sisi lain, pihak bandara juga mengimbau masyarakat untuk memahami jika terjadi perubahan tata ruang atau penyesuaian fasilitas di area terminal. Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari proses transformasi bandara menuju layanan internasional yang lebih kompleks dari penerbangan domestik.
“Kami mohon pengertian dari masyarakat. Ada beberapa perubahan tata ruang yang mungkin terasa berbeda, tapi itu semua demi meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.
Selain fokus pada kesiapan penerbangan internasional, Bandara APT Pranoto juga menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Fasilitas tersebut disediakan terutama untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan penerbangan atau waktu tunggu yang lebih lama.
Beberapa fasilitas yang dapat dimanfaatkan penumpang antara lain game box dan ruang kerja (working space) yang dapat digunakan secara gratis. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan alternatif aktivitas bagi penumpang agar tetap nyaman selama berada di area bandara.
“Fasilitas ini kami siapkan agar penumpang tidak jenuh saat menunggu. Silakan dimanfaatkan, semuanya gratis,” pungkas Murdoko.
Dengan semakin matangnya persiapan pembukaan rute internasional, Bandara APT Pranoto diproyeksikan menjadi salah satu pintu gerbang baru Kalimantan Timur menuju dunia internasional. Kehadiran penerbangan langsung dari Samarinda tidak hanya menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi simbol meningkatnya peran daerah dalam jaringan transportasi udara regional dan internasional.
(tim redaksi)
