Antisipasi Dampak El Nino, Pemerintah Percepat Bantuan Beras Gratis

00:00 / 04:32 1×
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com  – Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras gratis sebanyak 30 kilogram kepada 33,2 juta masyarakat berpenghasilan rendah.

Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026 tersebut rampung sebelum akhir tahun.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan percepatan itu mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah menyasar masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.

“Pak Presiden sudah putuskan, sudah setuju beliau, bantuan pangan untuk 33,2 juta di desil 1 sampai desil 4. Kita percepat, kita percepat ya, sebelum Desember ini selesaikan,” kata Zulhas saat Rapat Koordinasi Keamanan Pangan di Graha Mandiri, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Bantuan Beras untuk Hadapi Dampak El Nino

Zulhas menjelaskan, pemerintah memberikan bantuan beras gratis untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan harga pangan, termasuk dampak El Nino yang memengaruhi kehidupan sebagian warga.

“Masing-masing 30 kilogram,” jelasnya.

Ia mengatakan pemerintah mendengar keluhan masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Karena itu, percepatan distribusi bantuan menjadi salah satu langkah untuk meringankan beban rumah tangga, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita mendengar keluhan-keluhan masyarakat soal harga ya, El Nino dan seterusnya,” tuturnya.

Pemerintah Siapkan Beras Subsidi

Selain mempercepat bantuan pangan, pemerintah juga mengantisipasi kenaikan harga beras yang mulai terjadi. Zulhas menyebut pemerintah menyalurkan beras subsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan Perum Bulog.

Pemerintah menetapkan harga beras SPHP sebesar Rp12.500 per kilogram di Pulau Jawa dan Rp13.100 per kilogram di luar Jawa. Sementara itu, beras di luar program Bulog tersebut dijual sekitar Rp15.000 per kilogram.

Zulhas menegaskan pemerintah tetap memperhatikan keluhan masyarakat meskipun kenaikan harga beras tergolong terbatas.

“Walaupun kenaikan sedikit, itu emak-emak, ibu-ibu tentu keluhan juga kita dengar. Oleh karena itu, bantuan subsidi ini, bukan bantuan pangan, tapi ini beras subsidi. Ya dijual Rp 12.500/kg di Jawa, luar Jawa Rp 13.100/kg dari Bulog SPHP. Luar (beras selain Bulog) dijualnya Rp 15.000/kg,” tutupnya.

Melalui dua skema tersebut, pemerintah berupaya menjaga akses masyarakat terhadap beras dengan harga yang lebih terjangkau.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram