POJOKNEGERI.com – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengajak para santri untuk terus memperkuat karakter, meningkatkan kualitas diri, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Pesan tersebut disampaikannya dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Ajakan itu disampaikan Saefuddin saat menghadiri kegiatan Senam Santri yang dirangkai dengan penanaman bibit pohon di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Samarinda, Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.
Saefuddin mengapresiasi kegiatan yang memadukan olahraga dan aksi penghijauan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran para santri tentang pentingnya menjaga kesehatan sekaligus melestarikan lingkungan.
Ia menilai, pembentukan karakter generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam momentum Hari Santri Nasional, Saefuddin juga menekankan pentingnya semangat belajar dan pengembangan potensi diri. Para santri diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan yang luas, tetapi juga mampu membentuk akhlak yang baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan selamat Hari Santri kepada seluruh anak-anak santri yang ada di Kota Samarinda. Semoga melalui peringatan Hari Santri ini, para santri semakin termotivasi untuk belajar, mengembangkan diri, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan Kota Samarinda yang kita cintai,” ujar Saefuddin.
Ia berharap para santri dapat terus meningkatkan kualitas diri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitarnya.
Enam Pondok Pesantren Terima Bibit Pohon
Selain senam bersama dan penanaman bibit pohon, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bibit pohon kepada enam pondok pesantren di Kota Samarinda.
Keenam pondok pesantren penerima bibit tersebut adalah Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin, Tanzulul Hakim, Annashru Wal Futuh, Sabilurrasyad, Al Wa’id, dan Nurudin Salam.
Penyerahan bibit pohon ini menjadi bagian dari upaya mendorong penghijauan sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan, termasuk di lingkungan pendidikan keagamaan.
Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan dapat berperan aktif dalam merawat tanaman dan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun pesantren.
Hari Santri Jadi Momentum Pembentukan Karakter
Saefuddin menilai, pendidikan yang diperoleh para santri di pesantren maupun madrasah di bawah naungan Kementerian Agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Pendidikan tersebut mencakup Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Menurutnya, para santri tidak hanya memperoleh pengetahuan umum, tetapi juga dibekali ilmu agama yang menjadi landasan dalam membentuk akhlak dan perilaku di tengah masyarakat.
Karena itu, peringatan Hari Santri diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat belajar, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda, Nasrun, mengatakan kegiatan senam santri dan penanaman bibit pohon merupakan bagian dari rangkaian untuk menyambut Hari Santri Nasional 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Samarinda atas dukungan yang diberikan untuk menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Abdul Khaliq, anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda H. Abdul Jami dan Suwar, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Samarinda Syamsu Nor, serta para kepala sekolah di lingkungan Kemenag Kota Samarinda.
Melalui rangkaian kegiatan ini, semangat hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan diharapkan semakin tumbuh di kalangan santri untuk mendukung terbentuknya generasi muda yang berakhlak mulia dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
(*)




