Jam Layanan Diperpanjang, Perpustakaan Kaltim Buka hingga Malam

POJOKNEGERI.com – Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur kini memberikan lebih banyak waktu bagi masyarakat untuk membaca, belajar, bekerja, dan berkarya. Mulai 5 Oktober 2026, perpustakaan memperpanjang jam...

00:00 / 04:32 1×
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana Foto: Dok. Pojoknegeri
Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

POJOKNEGERI.com – Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur kini memberikan lebih banyak waktu bagi masyarakat untuk membaca, belajar, bekerja, dan berkarya.

Mulai 5 Oktober 2026, perpustakaan memperpanjang jam layanan hingga malam hari sekaligus membuka pelayanan pada akhir pekan.

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif

Layanan Lebih Panjang, Akses Makin Fleksibel

Perpustakaan buka pada Senin hingga Kamis mulai pukul 07.30–20.00 Wita. Sementara pada Jumat dan Sabtu, masyarakat dapat memanfaatkan layanan perpustakaan mulai pukul 08.00–15.00 Wita.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim, Lisa Hasliana, mengatakan kebijakan tersebut menjawab tingginya permintaan masyarakat yang menginginkan waktu layanan lebih panjang.

“Kami berharap penerapan waktu operasional baru ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan Perpustakaan,” kata Lisa dikutip dari Pemprov Kaltim.

Perpanjangan jam operasional juga memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

Lisa menegaskan, perpustakaan harus mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Perpustakaan jangan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga rumah untuk berkarya bagi masyarakat,” ujar Lisa.

Fasilitas Mendukung Aktivitas Masyarakat

Pengunjung dapat memanfaatkan beragam fasilitas, mulai dari co-working space, ruang diskusi, ruang lesehan, hingga perpustakaan digital yang didukung Wi-Fi berkecepatan 100 Mbps.

Perpustakaan juga menyediakan library tour pada Jumat dan Sabtu.

Koleksi bacaan terus bertambah. Sepanjang 2026, perpustakaan telah menambahkan 338 eksemplar dari 199 judul buku untuk memperkaya pilihan bacaan masyarakat.

Tak hanya pengunjung individu, komunitas dan pegiat literasi juga dapat menggunakan ruang perpustakaan untuk bekerja, berdiskusi, mengerjakan tugas, maupun menggelar berbagai kegiatan positif.

“Sekarang zamannya perpustakaan bertransformasi menjadi inklusi sosial. Ruangan dapat dimanfaatkan untuk bekerja, diskusi, mengerjakan tugas, dan aktivitas lainnya,” ujar Lisa.

(*)

Advertisement
Ruang Iklan 300 × 250 px / Responsif
Pojoknegeri
Redaksi Pojoknegeri

Tim redaksi Pojoknegeri menyajikan berita independen dan berimbang untuk Indonesia.

Lihat Semua Artikel
Bagikan berita ini: Facebook X (Twitter) WhatsApp Telegram