Samarinda

Dorong Budaya Berbagi Data, Saefuddin Zuhri: Jangan Pelit

POJOKNEGERI.com – Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri membuka Forum Satu Data Kota Samarinda Tahun 2026 yang digelar di di Arutala Ballroom Lantai 4 Bapperida, Jalan Dahlia Nomor 81 Kompleks Balai Kota Samarinda, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan ini diusung dengan tema “Satu Data Berkualitas untuk Pertumbuhan Ekonomi, SDM Unggul, dan Infrastruktur yang Berkelanjutan”.

Pada kesempatan itu, Saefuddin menegaskan pentingnya pengelolaan data yang akurat, mutakhir, dan terpercaya sebagai dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan pembangunan.

Menurut Saefuddin, pemerintah setiap hari dihadapkan pada berbagai pilihan strategis, mulai dari menentukan prioritas pembangunan jalan, wilayah yang membutuhkan investasi pendidikan, hingga berbagai program pembangunan lainnya.

Oleh karena itu kata dia, setiap keputusan perlu didukung data yang valid, bukan sekadar asumsi, firasat, maupun rutinitas.

“Forum ini menggugah kita untuk sadar bahwa kita tidak boleh egosentris. Kebijakan publik harus bisa dipertanggungjawabkan dengan data yang valid, mutakhir, dan terpercaya,” tegasnya.

Saefuddin menekankan, Satu Data tidak boleh berhenti sebagai slogan, dokumen, maupun aplikasi. Menurutnya, keberadaan sistem dan fasilitas harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan memanfaatkan data secara optimal.

“Dokumen dan aplikasi hanya menjadi tumpukan berkas digital belaka kalau tidak dilaksanakan. Program bagus, fasilitas ada, tetapi kalau SDM-nya tidak berjalan, tentu tidak maksimal,” ujarnya.

Saefuddin juga meminta seluruh kepala perangkat daerah menjadikan pengelolaan data sebagai bagian dari prioritas kepemimpinan. Petugas pengelola data, kata dia, tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri tanpa dukungan pimpinan.

Bangun Budaya Berbagi Data

Selain itu, ia menekankan pentingnya akurasi dan validasi data serta membangun budaya berbagi data antarp perangkat daerah.

“Bangun budaya berbagi data, jangan pelit. Kalau data memang harus bersinergi, kenapa tidak disampaikan kepada yang lain?” katanya.

Saefuddin juga mengingatkan pentingnya transfer pengetahuan dari para aparatur kepada generasi penerus di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang dimiliki aparatur akan lebih bermanfaat apabila diwariskan kepada para junior sehingga keberlanjutan pemerintahan dapat terus terjaga.

Dalam forum tersebut, Saefuddin meminta pembahasan daftar data tahun 2026 dan rencana aksi Satu Data berlangsung terbuka, konkret, serta berorientasi pada hasil.

“Kalau berorientasi pada kegiatan, yang penting kegiatan selesai, itu belum cukup. Yang harus dicapai adalah hasilnya,” tegasnya.

(*)

Back to top button