Nasional

730 Orang Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, BGN Copot Kepala SPPG

POJOKNEGERI.com – Insiden keracunan massal setelah pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, berujung pada pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Rafli Ridho.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga menghentikan sementara operasional dapur yang memasok makanan dalam kasus tersebut.

Sebanyak 730 orang tercatat mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program MBG. BGN mengambil langkah tegas setelah melakukan penelusuran awal terhadap pelaksanaan dan distribusi makanan.

Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan pihaknya langsung menghentikan operasional dapur setelah insiden keracunan terjadi. BGN juga mencopot kepala dapur sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program.

“Sudah. Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot,” kata Wakil Kepala BGN Trenggono di RSUD Notopuro Sidoarjo, dilansir detikJatim, Jumat (4/9/2026).

BGN Evaluasi Pelaksanaan MBG

Trenggono mengatakan BGN terus memperbaiki tata kelola program MBG. Lembaga tersebut juga mengevaluasi berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Trenggono, kasus keracunan yang terjadi selama pelaksanaan MBG rata-rata berkaitan dengan dugaan ketidakpatuhan terhadap SOP. Karena itu, BGN akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur di setiap dapur SPPG.

“Tadi kan sudah disampaikan bahwa kita terus memperbaiki tata kelola. Kita terus memperbaiki, mengevaluasi apa kekurangannya. Tetapi secara SOP dan sebagainya sudah sesuai ya, yang keracunan rata-rata ketidakpatuhan terhadap SOP, itu yang perlu digaris bawahi ya,” tuturnya.

Trenggono juga memastikan dirinya akan meninjau langsung dapur SPPG yang menjadi lokasi terdampak. Pemeriksaan tersebut bertujuan melihat kondisi dapur sekaligus mengevaluasi proses pengolahan dan distribusi makanan.

“Nanti setelah salat Jumat saya akan ke dapur yang terdampak ini. Kalau tadi kan salah satu dapur contoh yang bisa dilihat tadi memang sudah secara umum sudah cukup baik. Hanya ada beberapa koreksi atau evaluasi yang nanti akan dipenuhi oleh mitra,” tuturnya.

Kepala BGN Sampaikan Permintaan Maaf

Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono menyampaikan permintaan maaf atas kejadian keracunan massal di Sidoarjo. Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut ketika memberikan pengarahan kepada jajaran BGN.

Pernyataan Sudaryono juga muncul dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resminya pada Kamis (3/9/2026).

“Saya juga menyampaikan di tempat ini, keracunan makanan yang terjadi di Sidoarjo kemarin, permohonan maaf saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional atas kelalaian dan hal-hal yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan atau keracunan makanan di Sidoarjo, di pondok pesantren yang sampai saat ini datanya terekap di tempat kami,” ujar Sudaryono.

Sudaryono mengatakan BGN terus memantau perkembangan jumlah korban. Ia juga meminta jajarannya mendata seluruh siswa yang telah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Label Ompreng Diduga Tak Sesuai Prosedur

Dalam penelusuran awal, BGN menemukan dugaan pelanggaran prosedur dalam proses pelabelan makanan. Sudaryono mengatakan ahli gizi dan kepala dapur tidak memberikan label pada setiap ompreng makanan yang dikirim kepada penerima manfaat.

“Kasus keracunan di Sidoarjo, kita sudah cek kronologis, sudah cek juga di Radar MBG, bahwa ternyata ahli gizi dan kepala dapur itu kemudian tidak melabeli semua omprengnya, hanya dikasih label satu untuk satu PIC. Jadi dia ngirim, misalnya 400 itu labelnya satu,” ujar dia.

(*)

Back to top button