
POJOKNEGERI.com – Sutradara James Cameron kembali menyoroti tantangan besar dalam pengembangan dua film lanjutan waralaba Avatar, yakni Avatar 4 dan Avatar 5.
Ia menegaskan bahwa biaya produksi yang sangat tinggi dan proses pengerjaan yang memakan waktu menjadi alasan utama dirinya mencari cara baru untuk membuat produksi lebih efisien.
Dalam wawancara bersama The Empire Film Podcast, Cameron mengungkapkan bahwa ia masih aktif mengembangkan beberapa proyek sekaligus. Ia juga menyebut bahwa naskah untuk dua film Avatar berikutnya masih dalam tahap pengerjaan.
“Saya akan menulis beberapa naskah. Saya memiliki sejumlah proyek yang sedang saya garap,” kata Cameron seperti diberitakan Variety pada Sabtu (16/5).
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa meski jadwal rilis sudah diproyeksikan, proses kreatif masih terus berjalan dan belum sepenuhnya final.
Upaya Menekan Biaya dan Waktu Produksi
Cameron secara terbuka mengakui bahwa skala produksi Avatar membuat waralaba ini menjadi salah satu yang paling mahal di industri film. Ia menilai diperlukan pendekatan baru, termasuk pemanfaatan teknologi, untuk menekan biaya dan mempercepat proses produksi.
“Dan Avatar 4 dan 5 masih ada di luar sana. Kami akan mencari beberapa teknologi baru untuk mencoba membuatnya lebih efisien. Karena biayanya sangat mahal dan memakan waktu lama,” lanjut Cameron.
Ia bahkan menetapkan target yang cukup ambisius untuk tim produksinya. Cameron ingin memangkas durasi produksi hingga setengahnya sekaligus menekan biaya hingga dua pertiga dari pengeluaran sebelumnya. Menurutnya, efisiensi menjadi kunci agar proyek besar seperti Avatar tetap berkelanjutan di masa depan.
“Saya ingin membuatnya dalam setengah waktu dengan dua pertiga biaya. Itulah tolok ukur saya. Jadi, akan membutuhkan waktu sekitar satu tahun bagi kami untuk mencari tahu bagaimana cara melakukannya,” kata James Cameron.
Kesuksesan Besar dengan Biaya Fantastis
Waralaba Avatar tercatat sebagai salah satu fenomena terbesar dalam sejarah box office global. Setiap filmnya berhasil menembus pendapatan lebih dari US$1 miliar, menjadikannya salah satu seri film paling sukses secara komersial.
Film pertama yang rilis pada 2009 meraih sekitar US$2,7 miliar dengan biaya produksi sekitar US$237 juta. Sementara itu, The Way of Water (2022) menghasilkan sekitar US$2,4 miliar dari anggaran sekitar US$350 juta. Film Fire and Ash (2025) mencatat pendapatan sekitar US$1,48 miliar dengan biaya produksi sekitar US$400 juta.
Namun, meningkatnya biaya produksi dan pemasaran membuat studio terus mengevaluasi keberlanjutan proyek ini.
Tekanan Industri dan Masa Depan Avatar
Cameron juga menyoroti kondisi industri bioskop yang terus berubah. Ia menilai setiap perilisan film besar kini harus kembali membuktikan kelayakan bisnisnya dari awal, meskipun waralaba tersebut sudah terbukti sukses sebelumnya.
“Setiap kali kami merilisnya, kami harus membuktikan kasus bisnis yang gila ini lagi. Dunia telah berubah. Kita semua tahu statistiknya, di mana posisi bioskop. Ini tahun yang buruk,” penjelasan Cameron.
Ia menambahkan bahwa jika proyek film tidak berlanjut, ia masih mempertimbangkan opsi lain, termasuk mengadaptasi naskah Avatar 4 dan Avatar 5 menjadi novel. Menurutnya, dunia Avatar memiliki detail cerita dan latar yang terlalu kaya untuk dibiarkan tidak tersampaikan kepada publik.
Dengan berbagai tantangan tersebut, masa depan dua sekuel Avatar berikutnya kini bergantung pada keseimbangan antara inovasi teknologi, efisiensi produksi, dan performa bisnis film sebelumnya.
(*)
