DaerahSamarinda

Buka MTQ ke-15 Kecamatan Samarinda Kota, Saefuddin Zuhri Tekankan Pembinaan Berkelanjutan

POJOKNEGERI.com –  Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-15 tingkat Kecamatan Samarinda Kota resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, pada Jumat, 3 April 2026, di Aula SDN 007, Jalan Aminah Syukur.

Kegiatan yang berlangsung hingga 5 April ini diikuti oleh 93 peserta qori dan qoriah dari lima kelurahan, menjadi ajang tahunan yang lebih dari sekadar lomba.

Sebanyak 93 peserta qori dan qoriah dari lima kelurahan turut ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Saefuddin menekankan bahwa MTQ merupakan sarana pembinaan generasi muda agar memahami dan mencintai Al-Qur’an, sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual yang kuat.

“MTQ bukan sekadar mencari juara. Ini adalah wadah untuk menanamkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, membentuk akhlak mulia, disiplin, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama di era digital saat ini. Perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat dinilai dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda jika tidak diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, kegiatan seperti MTQ dinilai sangat penting dalam membangun fondasi spiritual generasi muda. Melalui ajang ini, anak-anak dan remaja tidak hanya diasah kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga dibentuk akhlak dan kepribadiannya.

“Kita ingin melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya fasih membaca. Tetapi juga memiliki akhlak mulia, jujur, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tambahnya.

Pembinaan Berkelanjutan

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan MTQ sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Menurutnya, semangat membaca dan mencintai Al-Qur’an harus terus hidup, tidak hanya saat perlombaan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat.

Ia menekankan bahwa keberhasilan MTQ bukan hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan niat yang tulus dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman dan proses belajar selama mengikuti MTQ jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir.

“Tampilkan kemampuan terbaik dengan percaya diri, namun tetap rendah hati. Menang atau belum menang bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana kita terus belajar dan memperbaiki diri,” pesannya.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dewan hakim yang bertugas menilai jalannya perlombaan. Ia berharap penilaian dapat dilakukan secara objektif, jujur, dan profesional sehingga menghasilkan peserta terbaik yang benar-benar layak.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orang tua dan pembina yang telah mendampingi peserta. Menurutnya, keberhasilan para peserta tidak lepas dari peran besar keluarga dalam memberikan bimbingan serta dukungan.

Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlak, dan memiliki daya saing di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Samarinda yang semakin dinamis.

Dengan semangat kebersamaan, MTQ ke-15 Kecamatan Samarinda Kota diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

(*)

Back to top button