Nasional

Pemulihan Rumah Ibadah dan Madrasah di Sumatera Capai Progres Signifikan

POJOKNEGERI.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemulihan rumah ibadah dan madrasah yang terdampak bencana di Sumatera menunjukkan progres signifikan. Dalam rapat bersama pimpinan DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026), ia menyampaikan bahwa mayoritas rumah ibadah sudah kembali berfungsi dan dapat digunakan masyarakat.

Dari total 1.593 rumah ibadah yang terdampak, sebanyak 1.558 unit atau 98 persen telah kembali operasional. Hanya tersisa 35 unit yang masih membutuhkan perbaikan dengan estimasi anggaran Rp 17,5 miliar.

Nasaruddin menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang bergerak cepat dalam melakukan rehabilitasi.

Rumah ibadah menjadi prioritas karena fungsinya bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan spiritual masyarakat. Dengan beroperasinya kembali rumah ibadah, warga terdampak bencana dapat segera menjalankan aktivitas keagamaan dan memperoleh dukungan moral yang penting dalam masa pemulihan.

“Rumah ibadah, kami juga perlu jelaskan bahwa total terdampak di tiga provinsi 1.593, sudah operasional digunakan 1.558 atau 98 persen, tinggal 35 unit dan membutuhkan data-dana Rp 17,5 miliar,” kata Nasaruddin dalam rapat bersama pimpinan DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Selain rumah ibadah, Nasaruddin juga memaparkan kondisi madrasah yang terdampak. Ia menyebutkan bahwa terdapat 773 madrasah yang mengalami kerusakan akibat bencana.

Dari jumlah tersebut, 651 madrasah atau 84 persen sudah kembali beroperasi. Namun, masih ada 122 madrasah yang belum dapat digunakan. Untuk memulihkan madrasah yang tersisa, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 228 miliar.

Pondok Pesantren

Kemudian, kata dia, sebanyak 1.173 pondok pesantren terdampak. Sebanyak 883 atau 75 persen telah kembali beroperasi.

“Yang belum operasional 290 dan dana yang diperlukan untuk itu 144,64 miliar,” ujarnya.

Nasaruddin mengatakan total anggaran yang diusulkan untuk pemulihan mencapai Rp 702,92 miliar. Dia mengatakan hal itu telah diajukan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).

“Yang kami usulkan ke Pak Mensesneg itu 702,92 miliar, tapi belum mendapatkan persetujuan Mensesneg. Kami mohon pada kesempatan ini betul-betul kita perlukan,” ujarnya.

Di Aceh, jumlah madrasah terdampak mencapai 471 unit, terdiri dari 192 rusak ringan, 223 rusak sedang, 47 rusak berat, dan 9 direlokasi. Di Sumatera Utara terdapat 263 madrasah terdampak, dengan rincian 222 rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 41 rusak berat. Sementara di Sumatera Barat terdapat 39 madrasah terdampak, terdiri dari 6 rusak ringan, 8 rusak sedang, 22 rusak berat, dan 3 relokasi.

“Jadi, perhitungan kerusakan berdasarkan kerusakan ruang esensial, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, administrasi, dan ruang kepala madrasah,” katanya.

(*)

Back to top button