Kasus Penembakan Pesawat Smart Air, Satgas Cartenz Identifikasi 2 Pelaku

POJOKNEGERI.com – Aparat keamanan mengungkap perkembangan kasus penembakan pesawat Smart Air PK-SNR yang terjadi di Lapangan Terbang Karowai, Kabupaten Yahukimo, Papua, Rabu (11/2) lalu.
Penembakan itu menewaskan pilot dan kopilot pesawat Smart Air.
Satgas Damai Cartenz kini berhasil mengidentifikasi dua dari 20 pelaku penembakan.
“Dari 20 orang itu, kami sudah bisa mengidentifikasi dua orang yang belum bisa kami ungkapkan di sini. Kami menduga mereka akan melarikan diri ke arah Yahukimo,” kata Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo, Senin (15/2).
Yusuf menjelaskan posisi Bandara Korowai Batu lebih dekat ke Yahukimo daripada ke Tanah Merah, Boven Digoel. Sehingga pelaku kemungkinan menuju ke sana.
Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, aparat memperkirakan pelaku menggunakan tiga hingga empat senjata api laras panjang. Sedangkan yang lainnya membawa tombak, panah, dan parang.
Yusuf menyebut aparat menilai kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.
Ia menambahkan, sejak Januari hingga pekan lalu, kelompok ini melakukan 23 kasus kekerasan, yang menurut aparat bertujuan menunjukkan eksistensi mereka dan menarik perhatian publik.
Dalam dua hari terakhir, aparat mengamankan empat orang. Dua di antaranya, GW dan EH, terlibat sejumlah aksi kekerasan. Dua lainnya masih diperiksa lebih lanjut.
“Dari hasil penyelidikan, tersangka GW menembak anggota Brimob pada 30 November 2022 dan menembak sopir truk pada 30 Januari 2026. Sementara tersangka EH membakar sekolah,” ujar Yusuf.
Yusuf menegaskan bahwa GW dan EH adalah anggota KKB dari kelompok Sisibia.
“Untuk GW dan EH ini sudah dipastikan mereka merupakan anggota KKB dari kelompok Sisibia,” sambungnya.
Kapolri Perintahkan Tangkap Pelaku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan jajaran terkait agar segera menangkap pelaku penembakan tersebut.
Perintah itu ia sampaikan setelah identitas terduga pelaku berhasil terindentifikasi oleh petugas di lapangan.
Sigit menegaskan bahwa aparat sudah bergerak cepat untuk mengejar pelaku.
“Tentunya sudah memerintahkan untuk jajaran kita yang ada di sana untuk melakukan pengejaran, pendalaman karena identitasnya kita juga sudah memiliki gambaran,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (13/2).
Ia memastikan kasus penembakan yang menewaskan Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro akan diusut secara tuntas.
Menurutnya, Polri tidak akan berhenti sampai pelaku tertangkap dan tetapi juga akan melakukan proses hukum.
Lebih lanjut, Sigit menugaskan seluruh anggota Polri di Papua agar berkoordinasi dengan TNI untuk memperkuat pengamanan. Ia menekankan pentingnya sinergi dua institusi agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Kita minta supaya peristiwa yang terjadi di beberapa hari ini, TNI dan Polri bersinergi untuk mencegah jangan sampai terjadi peristiwa-peristiwa selanjutnya,” tuturnya.
Selain itu, Kapolri juga memerintahkan seluruh anggota Polri di wilayah tersebut hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Untuk memastikan agar masyarakat merasa tenang, dan melakukan penegakan hukum,” pungkasnya.
(*)
