POJOKNEGERI.COM - Banyaknya permasalahan yang terjadi pada Porprov VII Berau, membuat anggota DPRD Kaltim, menginginkan agar evaluasi segera dilakukan.
Selama Porprov VII Berau, ada beberapa protes yang dilakukan oleh kontingen dari beberapa daerah.
Protes keras pertama dilakukan oleh kontingen Kutai Timur dari cabor renang, kemudian aksi walk out kontingen Samarinda dari cabor dansa karena diduga adanya pengaturan penyerahan medali emas oleh panitia.
Melihat hal tersebut Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji mengatakan jika setelah perhelatan Porprov VII ini harus segera dievaluasi secara menyeluruh agar hal serupa tidak terulang lagi.
"Secara umum pelaksanaan Porprov VII Berau berjalan dengan baik dan lancar, walaupun ada beberapa hal perlu evaluasi secara menyeluruh untuk kedepannya," ujar Seno Aji saat dikonfirmasi.
Evaluasi menyeluruh menurut Seno Aji dirasa penting, seperti kesalahan pengetikan nama atlet di piagam penghargaan.
Seno Aji juga menyoroti soal akomodasi kontingen yang sering tidak terkoordinasi dengn baik, serta beberapa venue cabor yang belum siap saat pertandingan berlangsung seperti hal nya sepatu roda.
"Namun hal tersebut tidak membuat semangat atlet surut. Panitia besar pun terus berupaya agar kekurangan kekurangan yang ada dapat tertutupi. Meskipun ada beberapa cabor harus dipertandingkan di luar Berau karena tidak adanya venue bertanding, salah satunya adalah cabor squash. Ini harus menjadi pelajaran bagi Kabupaten Kota yang nanti akan menjadi tuan rumah event olahraga empat tahunan ini," pungkas politisi partai Gerindra ini.
(redaksi)